KSOP Kuala Tungkal Optimalkan Pengawasan Pelayaran, Penataan Muatan dan Lashing Jadi Perhatian Utama

KSOP Kuala Tungkal Optimalkan Pengawasan Pelayaran, Penataan Muatan dan Lashing Jadi Perhatian Utama

Oktober 23, 2026 | Oktober 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T04:07:13Z
Kuala Tungkal, detiksatu.com || Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kuala Tungkal mengintensifkan pengawasan terhadap aspek keselamatan pelayaran, terutama dalam proses pemuatan dan pengamanan kendaraan pada kapal roll-on/roll-off (Roro) yang melayani penyeberangan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk meminimalkan potensi kecelakaan pelayaran melalui penerapan standar keselamatan dalam penataan kendaraan, pengaturan jarak antarmuatan, serta pengikatan kendaraan atau lashing sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.

Pengawasan dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026), sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan operasional penyeberangan, menyusul sejumlah insiden pelayaran yang terjadi di daerah lain dalam beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pelabuhan Roro Kuala Tungkal, aktivitas pemuatan kendaraan melibatkan sejumlah pihak sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kendaraan dan pengelolaan operasional pemuatan menjadi tanggung jawab instansi terkait serta operator pelabuhan, sedangkan KSOP berfokus pada pengawasan pemenuhan aspek keselamatan kapal dan pelayaran.

Kegiatan pengawasan tersebut dipimpin Pengawas Keselamatan Berlayar KSOP Kelas IV Kuala Tungkal, Agung Darmawan, didampingi Petugas Pengawasan Pelabuhan Dedy Kurniawan beserta petugas lainnya.

Agung Darmawan menjelaskan bahwa kapasitas angkut kendaraan pada kapal Roro harus mengacu pada spesifikasi teknis dan kemampuan masing-masing kapal. Oleh sebab itu, proses pemuatan tidak hanya mempertimbangkan jumlah kendaraan, tetapi juga memperhatikan distribusi dan posisi muatan agar tidak mengganggu stabilitas maupun keselamatan kapal selama berlayar.

“Fokus kami dari KSOP adalah pengawasan keselamatan kapal, terutama memastikan penataan kendaraan memperhatikan jarak aman serta pengikatan muatan atau lashing dilakukan dengan baik. Hal ini penting untuk mencegah kendaraan bergeser selama kapal berlayar,” ujar Agung.

Ia menegaskan bahwa penataan kendaraan merupakan salah satu komponen krusial dalam sistem keselamatan transportasi laut. Pengaturan jarak antarkendaraan, baik pada bagian depan, belakang maupun samping, perlu dilakukan secara cermat agar tersedia ruang yang memadai sekaligus mengurangi risiko pergeseran muatan selama perjalanan.

Selain pengaturan posisi kendaraan, aspek pengamanan melalui sistem lashing juga menjadi perhatian utama. Pengikatan harus dilakukan secara tepat dengan memperhatikan ketentuan keselamatan, karakteristik kendaraan, serta kondisi muatan. Upaya tersebut perlu didukung pemeriksaan menyeluruh oleh nakhoda dan awak kapal sebelum keberangkatan guna memastikan kendaraan berada dalam kondisi aman selama pelayaran.

Dalam rangka memperkuat budaya keselamatan maritim, KSOP Kelas IV Kuala Tungkal juga mendorong pelaksanaan sosialisasi dan kampanye keselamatan pelayaran secara berkelanjutan. Edukasi tersebut diarahkan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan penyeberangan, termasuk nakhoda, awak kapal, operator kapal, dan operator pelabuhan.

Menurut KSOP, sinergi antarpihak menjadi faktor penting dalam mewujudkan penyelenggaraan penyeberangan yang tertib dan memenuhi standar keselamatan. Pembagian tugas yang jelas serta koordinasi yang konsisten diperlukan agar setiap tahapan operasional, mulai dari pemeriksaan kendaraan hingga pengamanan muatan sebelum keberangkatan, dapat terlaksana secara optimal.

KSOP Kuala Tungkal menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan efektivitas pengawasan keselamatan pelayaran, khususnya terhadap kesesuaian kapasitas angkut kapal, pengaturan jarak aman kendaraan, dan penerapan prosedur lashing.

Melalui pengawasan yang konsisten dan kepatuhan seluruh pihak terhadap ketentuan keselamatan, layanan penyeberangan diharapkan dapat berlangsung secara aman, tertib, dan andal.

Pada prinsipnya, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang menuntut kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, serta koordinasi antarpemangku kepentingan. Penerapan prinsip tersebut menjadi landasan penting untuk melindungi penumpang, awak kapal, kendaraan, dan seluruh pengguna jasa penyeberangan.(Hen)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KSOP Kuala Tungkal Optimalkan Pengawasan Pelayaran, Penataan Muatan dan Lashing Jadi Perhatian Utama

Trending Now