Sintang,detiksatu.com || Persoalan pemasangan kWh listrik di Dusun Binjai Hulu, Desa Nanga Bugau, Kecamatan Senaning, Kabupaten Sintang, menuai sorotan. Warga mengaku telah menyelesaikan pembayaran sejak Februari 2026, namun hingga kini pemasangan kWh yang mereka nantikan belum juga terealisasi.
Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial dan bahkan telah dituangkan warga dalam surat tertulis yang dibubuhi meterai. Langkah tersebut menjadi tanda bahwa persoalan ini tidak lagi dianggap sebagai keluhan biasa, melainkan membutuhkan kejelasan dan pertanggungjawaban.
Sorotan kini mengarah kepada Abang Kurniawan selaku pengawas lapangan PT Roda Teknik, yang disebut memiliki tanggung jawab dalam pengawasan pekerjaan di lapangan.
Warga mempertanyakan, mengapa pembayaran yang disebut telah lunas sejak Februari hingga Oktober 2026 belum diikuti dengan pemasangan kWh?
Jika memang terdapat kendala teknis, administrasi, material, maupun persoalan lainnya, warga meminta agar hal tersebut disampaikan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat yang sudah memenuhi kewajibannya justru dibiarkan menunggu tanpa kepastian.
Kondisi ini juga menimbulkan pertanyaan lebih jauh mengenai mekanisme pekerjaan di lapangan. Siapa yang bertanggung jawab memastikan pekerjaan yang telah dibayarkan masyarakat benar-benar dilaksanakan?
Abang Kurniawan selaku pengawas lapangan PT Roda Teknik perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai status pekerjaan tersebut. Apalagi persoalan ini telah berlangsung berbulan-bulan.
Warga tidak hanya membutuhkan janji, tetapi kepastian kapan kWh akan dipasang dan bagaimana penyelesaian terhadap pembayaran yang telah dilakukan.
Redaksi juga meminta PT Roda Teknik memberikan klarifikasi mengenai status pekerjaan di Dusun Binjai Hulu, termasuk apakah pembayaran warga telah tercatat, kapan pekerjaan dijadwalkan, serta apa kendala yang menyebabkan pemasangan belum terealisasi.
Jika tidak ada kendala yang dapat dipertanggungjawabkan, keterlambatan berbulan-bulan tentu patut dipertanyakan.
Publik menunggu penjelasan Abang Kurniawan dan PT Roda Teknik. Jangan sampai masyarakat yang sudah membayar justru menjadi pihak yang terus dirugikan karena harus menunggu tanpa kepastian.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang bagi Abang Kurniawan maupun PT Roda Teknik untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab secara resmi.