Pasca Penembakan Sopir di Habema, Pemuda KNPI Nduga Desak Pemda Segera Buka Akses Jalan Wamena-Mbua, Warga Terancam Krisis Pangan Jelang Natal

Pasca Penembakan Sopir di Habema, Pemuda KNPI Nduga Desak Pemda Segera Buka Akses Jalan Wamena-Mbua, Warga Terancam Krisis Pangan Jelang Natal

Oktober 23, 2026 | Oktober 23, 2026 WIB Last Updated 2026-10-23T12:52:28Z
NDUGA, DETIKSATU.COM || Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Nduga sekaligus Pemuda Nduga mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Nduga untuk segera membuka kembali akses jalan Trans Wamena - Mbua yang telah terputus lebih dari satu bulan.

Desakan keras tersebut disampaikan langsung oleh Eliut Lokbere, pemuda Nduga dalam sebuah pernyataan sikap yang direkam Wartawan detiksatu.com pada Kamis (23/10/2026) malam.

 Eliut Lokbere, menegaskan bahwa penutupan akses jalan tersebut telah berdampak serius dan melumpuhkan kehidupan ekonomi serta ketahanan pangan masyarakat di sejumlah distrik pedalaman Nduga.

Penutupan akses jalan Trans Wamena-Nduga ini diketahui merupakan buntut dari peristiwa penembakan tragis terhadap seorang sopir mobil asal Toraja bernama Aris Sanda (45 tahun). Peristiwa penembakan tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026 di sekitar kawasan Danau Habema / Tanjakan Gunung Boy, jalur Trans Wamena–Nduga, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Pasca insiden tersebut, akses transportasi utama dari Wamena menuju Mbua ditutup total dengan alasan keamanan, hingga menyebabkan keterisolasian warga.

"Saya sebagai Pemuda DPD II KNPI Nduga dan sekaligus Pemuda Nduga mendesak kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati Nduga dan DPRD Nduga serta intelektual, elemen yang ada di Nduga dan tokoh gereja," ujar Eliut Lokbere mengawali pernyataannya.

Menurut Eliut, akses transportasi Wamena - Mbua merupakan jalur vital dan satu-satunya urat nadi perekonomian masyarakat Nduga. Tidak ada jalur alternatif lain yang bisa digunakan warga untuk mengangkut hasil bumi dan kebutuhan pokok.

"Kami mendesak untuk segera membuka jalan akses dari Wamena - Mbua dan Wamena. Ini berdampak kepada keluarga kami di distrik-distrik dan daerah pedalaman. Mereka mengalami dampak ekonomi karena salah satu aset penting mereka terputus," tegas Eliut.

Ia menjelaskan mayoritas masyarakat di wilayah tersebut dan sekitarnya menggantungkan hidup dari hasil kebun berupa ubi jalar, petatas, dan sayura. Dengan terputusnya akses jalan, hasil bumi tidak dapat dijual ke Wamena, bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun menjadi sulit.

"Kami menerima laporan bahwa masyarakat di sana mulai mengalami kekeringan pangan akibat Musim panas sama rasakan seluruh wilayah pegunungan papua termasuk Indonesia. Kehidupan mereka sehari-hari hanya dengan ubi dan sayuran, aktivitas mereka sudah terputus sehingga semua lini kehidupan mereka terdampak karena transfer Wamena-Mbua ini diputus," jelasnya dengan nada prihatin.

Momen desakan ini dinilai sangat krusial mengingat perayaan Natal sudah semakin dekat. Bagi masyarakat Papua Pegunungan yang mayoritas beragama Kristen, Natal yang dikenal sebagai Raja Damai, seharusnya disambut dengan kedamaian, ketersediaan bahan pokok, dan kebersamaan keluarga, bukan dengan keterisolasian dan kelaparan.

"Karena sudah dekat dengan Natal dan ini adalah Raja Damai, seluruh dunia akan merayakan Natal. Kami mendesak agar dalam bulan ini segera didiskusikan dan segera membuka jalan Trans Habema-Mbua," katanya.

Untuk itu, Pemuda Nduga meminta komitmen nyata dan keberanian dari semua pihak. Tidak hanya Bupati Nduga sebagai pemegang kebijakan eksekutif, tetapi juga DPRK Nduga, para intelektual Nduga, tokoh adat, hingga tokoh gereja untuk duduk bersama dalam satu forum dan mencari solusi keamanan terbaik tanpa harus mengorbankan hak hidup warga sipil.

"Kami mendesak juga kepada DPRK segera melihat kondisi ini secara serius dan menanggapinya dengan serius. Semua pemerintah harus memperhatikan hal ini secara serius dan jangan saling lempar tanggung jawab," pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Nduga maupun pihak keamanan di Jayawijaya belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal pembukaan kembali akses jalan Wamena-Mbua tersebut. Masyarakat berharap ada jaminan keamanan bagi sopir dan pengguna jalan, agar aktivitas ekonomi bisa kembali normal sebelum Natal tiba.

Penulis: Saranus kogeya
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pasca Penembakan Sopir di Habema, Pemuda KNPI Nduga Desak Pemda Segera Buka Akses Jalan Wamena-Mbua, Warga Terancam Krisis Pangan Jelang Natal

Trending Now