CIANJUR, DETIKSATU.COM || Sejumlah pedagang di Pasar Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengeluhkan penurunan penjualan yang mereka rasakan dalam dua tahun terakhir. Mereka menyebut jumlah pembeli semakin berkurang, sementara kewajiban membayar retribusi dan biaya operasional tetap berjalan.
Keluhan tersebut disampaikan pedagang ayam dan sayuran pada Minggu (25/10/2026). Para pedagang memperkirakan omzet mereka turun hingga 60 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun, angka tersebut belum terverifikasi melalui catatan transaksi maupun data resmi pengelola pasar.
AS, salah seorang pedagang ayam, mengatakan volume penjualan hariannya mengalami penurunan. Jika sebelumnya ia dapat menjual lebih dari satu kuintal ayam per hari, kini penjualan sekitar 40 kilogram saja sulit dihabiskan.
“Dulu penjualan bisa lebih dari satu kuintal sehari. Sekarang 40 kilogram saja sulit habis,” kata AS.
Ia menyebut harga ayam yang sebelumnya sekitar Rp33.000 per kilogram kini mencapai Rp43.000 per kilogram. Menurut dia, kenaikan harga tersebut, ditambah berkurangnya pembeli, membuat penjualan semakin sulit dan meningkatkan risiko kerugian ketika barang dagangan tidak habis terjual.
Keluhan serupa disampaikan AI, pedagang sayuran di pasar tersebut. Ia mengatakan harga bawang merah telah mencapai lebih dari Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai berada pada kisaran Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Harga bawang putih, menurut dia, juga berada pada tingkat yang relatif sama dengan bawang merah.
AI mengaku kesulitan menjual barang dagangannya di tengah tingginya harga komoditas dan sepinya pembeli. Sebagian cabai dan bawang yang terlalu lama tersimpan berisiko mengering atau membusuk sehingga menimbulkan kerugian.
Pedagang sayuran lainnya juga mengeluhkan sulitnya menjual wortel dan berbagai jenis sayuran. Mereka menyebut tingginya harga pasokan dan lambatnya perputaran barang menjadi tantangan dalam mempertahankan usaha.
Para pedagang mengatakan kondisi tersebut telah dirasakan selama kurang lebih dua tahun. Mereka berharap ada langkah pembenahan yang dapat meningkatkan kunjungan pembeli dan menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Cipanas.
Di sisi lain, pedagang menyebut kewajiban membayar retribusi dan biaya kebersihan tetap berjalan meskipun penjualan menurun. Mereka berharap pengelola pasar memberikan penjelasan mengenai upaya yang telah dilakukan serta rencana penanganan terhadap keluhan pedagang.
Hingga berita ini disusun, belum tersedia data resmi untuk memastikan besarnya penurunan omzet, perubahan jumlah pengunjung, maupun perkembangan transaksi di Pasar Cipanas selama dua tahun terakhir. Keterangan dari pengelola pasar mengenai kondisi perdagangan, retribusi, dan rencana pembenahan diperlukan untuk melengkapi pemberitaan secara berimbang. (Bet)