(Tapteng) bersama Perum BULOG Kantor Cabang Sibolga resmi memulai penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras sebanyak 169.355 kilogram (169,35 ton) pada Senin 19 Oktober 2026.
Bantuan pangan ini didistribusikan langsung dari Gudang Bulog Sibolga guna meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri.
Penyaluran beras bantuan ini merupakan langkah nyata Pemkab Tapteng dalam menindaklanjuti bencana banjir susulan yang melanda kedua
kecamatan tersebut pada 26 September 2026 lalu.
Merespon kondisi di lapangan, Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, S.H., M.H., secara resmi menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 657/BPBD/2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam.
Guna memastikan ketersediaan pangan bagi korban bencana,
Pemkab Tapteng bergerak cepat mengajukan usulan resmi bernomor 500.2/4797/2026 kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia.
Permohonan tersebut direspons positif dan disetujui melalui Surat Kepala Bapanas Nomor 411/TS.03.03/K/10/2026.
Bantuan pangan CPP ini dialokasikan kepada 33.871 jiwa terdampak bencana, dengan indeks alokasi sebesar 5 kg beras per jiwa. Adapun rincian distribusinya adalah sebagai berikut :
-Kecamatan Tukka : Disalurkan sebanyak 73.040 kg beras untuk 14.608 jiwa (3.869 KK).
-Kecamatan Badiri : Disalurkan sebanyak 96.315 kg beras untuk 19.263 jiwa (4.750 KK).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tapanuli Tengah,
Harrys PT Sihombing, S.Sos., M.M., nyampaikan bahwa pendistribusian beras ini merupakan komitmen dan respon cepat pemerintah daerah dalam menjamin kebutuhan dasar warga pascabencana.
"Ini dalam rangka tanggap bencana di Kecamatan Badiri dan Kecamatan Tukka. Aksi cepat dari Bapak Bupati Masinton Pasaribu, S.H., M.H. yang menyurati Bapanas untuk memfasilitasi bantuan beras ke dua kecamatan ini.
Hari ini kita salurkan langsung sesuai dengan masa tanggap darurat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah," ujar Harrys.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga, Muhammad Bagus
Aminullah, menyampaikan kesiapan jajarannya dalam mempercepat pendorongan logistik beras dari komplek Pergudangan Bulog Sibolga langsung ke titik-titik distribusi masyarakat.
"Pihak Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan beras untuk penanganan darurat bencana di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah atas arahan Bapanas, menindaklanjuti keputusan status darurat bencana dari Bupati. Total bantuan yang disiapkan mencapai kurang lebih 169 ton.
Distribusi perdana telah
mulai bergerak hari ini dari gudang kami Bulog Sibolga di Sarudik dan proses
pengiriman diharapkan selesai secepat mungkin agar kebutuhan masyarakat
terdampak segera tercukupi," terang Bagus.
Di lapangan, pelaksanaan distribusi dikoordinasikan secara terpadu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah bekerja sama dengan jajaran aparat kecamatan, desa/kelurahan,serta Tim Logistik Bulog Sibolga.
Seluruh pembiayaan operasional, mulai dari transportasi hingga proses bongkar muat ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Tapteng.
Hal ini dilakukan untuk memastikan beras bantuan sampai langsung dan utuh ke tangan warga penerima manfaat tanpa dipungut biaya apa pun atau gratis.
Melalui penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah ini, Pemkab Tapanuli Tengah berharap ketahanan pangan keluarga terdampak tetap terjaga, sekaligus dapat mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.(Rinaldi)