Peran organisasi dan komunitas masyarakat nias, strategis kekuatan dalam memperkuat persatuan perjuangan pembentukan provinsi kepulauan nias.

Peran organisasi dan komunitas masyarakat nias, strategis kekuatan dalam memperkuat persatuan perjuangan pembentukan provinsi kepulauan nias.

Oktober 30, 2026 | Oktober 30, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T00:39:51Z
Jakarta, detiksatu.com || Juli E. Restu War Salah Seorang Aktivis Persatuan yang cukup terkenal dengan julukan Hendra War tekankan Peran organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan elemen pemuda Nias dinilai memiliki arti penting dalam memperkuat persatuan serta mengonsolidasikan perjuangan untuk mendorong percepatan pembangunan dan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. 30/10/2026.

Salah satu tokoh pemuda Kepulauan Nias yang dikenal aktif dalam gerakan kepemudaan Nias maupun pemuda nasional, kegiatan persatuan, serta berbagai agenda nasional, dengan julukan terkenal nya Hendra War di berbagai panggung Seminar, menegaskan bahwa organisasi dan komunitas masyarakat Nias harus mengambil peran nyata sebagai mitra perjuangan dalam mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.

Menurut Juli E. Restu War yang terkenal luas dengan Hendra War itu, perjuangan mewujudkan Provinsi Kepulauan Nias tidak dapat hanya dibebankan kepada individu atau kelompok tertentu. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, organisasi, komunitas, tokoh daerah, serta generasi muda Nias yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menilai, keberadaan organisasi dan komunitas masyarakat harus menjadi kekuatan sosial, perjuangan, persaudaraan dalam mendorong keadilan bagi kepulauan Nias yang mampu membangun kesamaan pandangan, memperkuat argumentasi, serta menyatukan langkah perjuangan melalui koordinasi dengan Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias (BPP-PKN).

Juli E. Restu War, aktivis pemuda Nias yang dikenal aktif mendorong konsolidasi dan gerakan edukatif terkait berbagai persoalan pembangunan Kepulauan Nias, turut mengajak seluruh organisasi masyarakat Nias dan komunitas pemuda di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kepedulian terhadap agenda pembentukan provinsi tersebut.

Juli E. Restu War menekankan bahwa aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias harus dipahami sebagai kepentingan bersama yang menyangkut masa depan masyarakat, pemerataan pembangunan, peningkatan pelayanan publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan di wilayah kepulauan.

Menurutnya, percepatan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tidak semata-mata berbicara tentang pemekaran wilayah administratif atau memperpendek rentang kendali birokrasi pemerintahan. Lebih jauh, aspirasi tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan strategis pembangunan kawasan kepulauan dan perhatian negara terhadap wilayah terluar Indonesia.

Juli E. Restu War juga menyoroti posisi geografis Kepulauan Nias yang berada di kawasan Samudra Hindia. Posisi tersebut, menurutnya, perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah pusat dalam perspektif pembangunan wilayah perbatasan, pemerataan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan keamanan dan kedaulatan nasional.

Ia berpandangan bahwa masyarakat Kepulauan Nias berhak mendapatkan perhatian pembangunan yang proporsional, termasuk kepastian kebijakan pemerintah terhadap aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, Juli E. Restu War mengingatkan bahwa organisasi dan komunitas masyarakat Nias tidak boleh hanya menjadi wadah berkumpul atau identitas kelompok. Organisasi harus mampu menjalankan fungsi edukasi, konsolidasi, pengawasan kebijakan publik, serta menjadi ruang kolaborasi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat secara bertanggung jawab.

“Sudah saatnya seluruh elemen masyarakat Nias membuka mata dan pikiran. Organisasi dan komunitas harus kita hidupkan sebagai wadah persatuan, ruang edukasi, serta mitra perjuangan dalam mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Kepulauan Nias. Jangan sampai perbedaan kelompok dan kepentingan masing-masing justru melemahkan cita-cita bersama,” demikian penegasan dalam seruan perjuangan tersebut.

Ia juga mengajak generasi muda Nias agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan daerah. Pemuda diharapkan mampu mengambil bagian melalui diskusi, kajian, konsolidasi, penyampaian aspirasi, serta pengawalan proses kebijakan secara konstitusional dan damai.

Dalam konteks tersebut, koordinasi bersama BPP-PKN dinilai perlu diperkuat agar berbagai organisasi dan komunitas memiliki pemahaman yang sejalan mengenai dasar argumentasi, tahapan perjuangan, serta arah kebijakan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias.

Pada akhirnya, perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Nias membutuhkan persatuan, konsistensi, argumentasi yang kuat, dan keterlibatan masyarakat secara luas. Organisasi dan komunitas diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan membangun sinergi demi mengawal aspirasi masyarakat Nias.

Persatuan adalah kekuatan perjuangan. Kemajuan Kepulauan Nias merupakan kepentingan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh generasi. ( Red ) Gaba'atulo W
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peran organisasi dan komunitas masyarakat nias, strategis kekuatan dalam memperkuat persatuan perjuangan pembentukan provinsi kepulauan nias.

Trending Now