Plot Twist Film Lobang Buaya Bikin Penonton Gala Premiere Merinding, Hanung Bramantyo: Jangan Terlalu PD Menebak Dalang

Plot Twist Film Lobang Buaya Bikin Penonton Gala Premiere Merinding, Hanung Bramantyo: Jangan Terlalu PD Menebak Dalang

Oktober 06, 2026 | Oktober 06, 2026 WIB Last Updated 2026-10-06T11:38:01Z
Jakarta,detiksatu.com || Mengira sudah mengetahui siapa dalang pembunuhan dalam film Lobang Buaya hanya dari trailer? Jangan terlalu percaya diri. Film terbaru garapan Hanung Bramantyo itu menyimpan sejumlah plot twist yang dirancang untuk mengecoh penonton.

Hal tersebut terasa dalam gelaran Gala Premiere Lobang Buaya di Epicentrum XXI, Jakarta. Film produksi kolaborasi Adhya Pictures dan Dapur Film ini menghadirkan ketegangan melalui perpaduan misteri, investigasi, horor, dan latar sejarah Indonesia.

Film Lobang Buaya dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.

Deretan pemain utama seperti Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Anya Zen, dan Mathias Muchus turut hadir dalam Gala Premiere tersebut.

Film mengambil latar Indonesia pada 1964, setahun sebelum tragedi besar 1965. Cerita berpusat pada Letnan Soegeng yang diperankan Baskara Mahendra.

Soegeng ditugaskan ke Desa Lobang Buaya untuk menyelidiki serangkaian pembunuhan terhadap tokoh-tokoh penting. Korban ditemukan tewas dengan luka-luka bermotif ganjil.

Misteri semakin mencekam ketika Soegeng menemukan pola bahwa pembunuhan selalu terjadi pada tanggal 30 setiap bulan.

Kondisi tersebut membuat warga desa hidup dalam ketakutan. Mendekati tanggal 30, siapa pun bisa menjadi korban berikutnya.

Hanung Tegaskan Lobang Buaya Bukan Kisah Tragedi 1965

Di tengah penggunaan latar sejarah yang sensitif, Hanung menegaskan bahwa Lobang Buaya merupakan karya fiksi dan bukan film yang mencoba menceritakan kembali tragedi 30 September 1965.

Menurut Hanung, unsur horor digunakan sebagai bahasa untuk menggambarkan dendam dan trauma yang lahir dari kejahatan dalam cerita fiksi tersebut.

Ia juga sengaja memberikan batas antara kisah para karakter dengan tragedi sejarah yang kemudian menjadi bagian dari ingatan kolektif bangsa Indonesia.

“Saya memahami jika ada orang yang merasa pendekatan horor tidak tepat. Itu adalah pandangan yang sah. Tetapi saya berharap pilihan genre tidak otomatis dianggap sebagai bukti bahwa pembuat film tidak memiliki empati,” ujar Hanung.

Hanung menegaskan, film tersebut tidak dibuat untuk menjadikan tragedi sejarah sebagai bahan lelucon.

“Saya membuat film ini bukan untuk menertawakan tragedi. Saya membuatnya untuk bercerita tentang bagaimana dendam dan kekuasaan dapat meninggalkan teror yang jauh lebih panjang daripada kehidupan orang-orang yang menciptakannya,” katanya.

Baskara Mahendra Ikut Tak Bisa Menebak Dalang

Menariknya, kejutan dalam film tersebut ternyata tidak hanya dirasakan penonton. Baskara Mahendra yang memerankan Letnan Soegeng mengaku dirinya sendiri sempat kesulitan menebak siapa sebenarnya dalang di balik rangkaian pembunuhan.

Menurut Baskara, memainkan karakter Soegeng menjadi pengalaman baru karena harus masuk ke suasana Indonesia era 1960-an sekaligus menjalani investigasi dengan berbagai lapisan misteri.

“Memerankan Soegeng benar-benar pengalaman yang sangat unik bagi saya. Di film ini saya harus bermain peran di latar yang tidak familiar dengan saya, yaitu Indonesia tahun 1960-an,” ujar Baskara.

Ia mengaku plot twist yang disiapkan dalam cerita bahkan membuat dirinya sebagai pemain tidak mampu menebak sosok di balik kasus tersebut.

“Bahkan saya yang ikut main filmnya nggak bisa nebak siapa dalangnya,” tutur Baskara.
Dengan misteri yang dibangun berlapis dan sejumlah plot twist yang sengaja disembunyikan, Lobang Buaya menawarkan pengalaman menonton yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga mengajak penonton ikut memecahkan teka-teki hingga akhir cerita.
(Nina)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Plot Twist Film Lobang Buaya Bikin Penonton Gala Premiere Merinding, Hanung Bramantyo: Jangan Terlalu PD Menebak Dalang

Trending Now