Pasaman Barat,detiksatu.com || Kondisi ikan larangan di objek wisata religi Lubuk Landur, Nagari Lubuk Landur, Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, mulai membaik setelah beberapa hari sebelumnya ditemukan ikan gariang lemas hingga mati. Cuaca dan suhu air disebut sebagai kemungkinan faktor yang berkaitan dengan kejadian tersebut, meski penyebab pastinya belum dapat dipastikan.
Pihak Surau Lubuk Landur, Numaih, saat dihubungi Detiksatu.com melalui sambungan telepon, Kamis (22/10/2026), mengatakan sebagian besar ikan yang sebelumnya terlihat lemas dan berubah warna menjadi kemerahan kini telah kembali normal.
“Alhamdulillah, kondisi ikan mulai membaik. Ikan yang sebelumnya terlihat lemas dan kemerahan sebagian besar sudah kembali normal,” ujar Numaih.
Menurut perkiraan Numaih, sekitar 20 ekor ikan mati dalam kurun waktu kurang lebih lima hari. Pada Kamis, katanya, hanya satu ekor yang masih terlihat mengalami kondisi tidak normal.
Meski demikian, pengunjung untuk sementara masih diminta tidak mandi di sungai maupun memberi makan ikan. Numaih berharap aktivitas di kawasan tersebut dapat kembali normal apabila kondisi sudah memungkinkan.
Ikan Mati Ditemukan di Tepi Sungai
Dalam pantauan langsung Detiksatu.com pada Rabu (21/10/2026), sedikitnya tiga ekor ikan berukuran besar ditemukan mati di tepi sungai. Sejumlah ikan lainnya terlihat lemas dan mengapung di permukaan air. Beberapa ikan yang sebelumnya berwarna gelap juga tampak berubah kemerahan.
Warga di sekitar lokasi menyebut kondisi tidak biasa tersebut mulai terlihat sejak Minggu (18/10/2026), dan ikan telah ditemukan mati pada hari-hari sebelumnya. Dengan demikian, tiga ekor ikan yang ditemukan media pada Rabu merupakan jumlah yang terlihat saat pemantauan, bukan total kematian selama kejadian berlangsung.
Pada hari yang sama, Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman Barat dilaporkan mendatangi lokasi untuk melihat kondisi ikan. Media juga melihat seorang warga merendam garam dan daun ketapang di sekitar aliran sungai.
Berdasarkan keterangan warga, tindakan tersebut dilakukan setelah adanya saran dari pihak Dinas Perikanan. Namun, tujuan dan dasar teknis penggunaan garam serta daun ketapang tersebut belum diketahui secara terverifikasi.
Warga juga menyebut pH air telah diperiksa oleh Dinas Perikanan. Akan tetapi, angka hasil pengukuran, waktu pemeriksaan, serta kesimpulan dari pemeriksaan tersebut belum diketahui.
Cuaca Diduga Berkaitan, Pemeriksaan Air Diperlukan
Numaih mengatakan pihak Dinas Perikanan telah datang pada Rabu, sedangkan menurut keterangannya, pihak Dinas Kesehatan juga mengunjungi lokasi pada Kamis untuk melihat perkembangan kondisi ikan.
Ia menyampaikan bahwa cuaca dan suhu air sempat disebut sebagai kemungkinan faktor yang berkaitan dengan kondisi ikan. Meski begitu, informasi tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kematian ikan karena belum didukung hasil pemeriksaan kualitas air yang terverifikasi.
Untuk memastikan penyebab kejadian, pemeriksaan lanjutan terhadap kualitas air dan kondisi ikan dinilai penting. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat dapat dilibatkan untuk memeriksa kualitas lingkungan dan kemungkinan pencemaran, sementara Dinas Perikanan dapat menelaah kondisi ikan serta faktor yang mempengaruhinya.
Pemeriksaan melalui laboratorium yang kompeten dapat mencakup suhu air, tingkat keasaman atau pH, oksigen terlarut, serta parameter lain sesuai kebutuhan teknis.
Numaih berharap tenaga ahli atau petugas laboratorium yang kompeten dapat memeriksa kondisi air sungai agar penyebab kejadian diketahui lebih jelas dan langkah penanganan yang tepat dapat dilakukan.
Menjaga Ikan Larangan dan Wisata Religi
Objek wisata ikan larangan Lubuk Landur merupakan salah satu tujuan wisata religi di Pasaman Barat yang berkaitan dengan keberadaan Surau Buya Lubuk Landur. Ikan gariang di aliran sungai setempat menjadi daya tarik pengunjung sekaligus bagian dari tradisi dan kearifan lokal masyarakat.
Kondisi ikan yang lemas dan mati sebelumnya sempat menimbulkan kekhawatiran warga dan pengunjung. Dengan kondisi yang mulai membaik, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kualitas air dan mendukung pemulihan ikan.
Detiksatu.com memberikan ruang kepada Dinas Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya untuk menyampaikan penjelasan mengenai hasil pemeriksaan kualitas air, dugaan penyebab kematian ikan, dan langkah penanganan yang telah atau akan dilakukan. (R. Habibi)