Tiga Inovasi Kesehatan Bawa Utari Doriomas Raih Penghargaan ASN Inovatif Cianjur

Tiga Inovasi Kesehatan Bawa Utari Doriomas Raih Penghargaan ASN Inovatif Cianjur

Oktober 27, 2026 | Oktober 27, 2026 WIB Last Updated 2026-10-27T04:07:13Z
CIANJUR, DETIKSATU.COM || Kepala UPTD Puskesmas Sukanagalih, Utari Doriomas, S.Keb., Bdn., meraih penghargaan Aparatur Sipil Negara (ASN) kategori inovatif tingkat Kabupaten Cianjur 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas pengembangan tiga inovasi pelayanan kesehatan yang menyasar pencegahan anemia dan stunting, deteksi dini penyakit tidak menular, serta penurunan risiko kematian ibu dan bayi.

Penghargaan diserahkan Bupati Cianjur, dr. M. Wahyu Ferdian, dalam kegiatan peluncuran manajemen talenta ASN di sebuah hotel di Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, Senin (26/10/2026). Acara tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh.

Saat diwawancarai pada Selasa (27/10/2026), Utari menjelaskan bahwa ketiga inovasi itu dikembangkan secara bertahap sejak 2024 hingga 2026 bersama tim untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Inovasi pertama, Si Mamat Ganteng, dikembangkan pada 2024. Program yang merupakan singkatan dari Aksi Remaja Sehat Cegah Anemia dan Stunting tersebut berfokus pada pencegahan anemia dan stunting di kalangan remaja.

Pada 2025, Utari mengembangkan Pendekar Pintar, singkatan dari Penjaringan dan Deteksi Dini oleh Kader tentang Penyakit Tidak Menular. Program ini melibatkan kader kesehatan untuk menjaring masyarakat dan mendorong deteksi dini penyakit tidak menular.

Adapun inovasi ketiga, Kampung Emas Mentari, dikembangkan pada 2026. Program tersebut merupakan singkatan dari Eliminasi Masalah Anemia Stunting Menuju Target Nol Kematian Ibu dan Bayi.

Menurut Utari, ketiga inovasi itu meraih prestasi dalam lomba inovasi daerah tingkat Kabupaten Cianjur. Ia juga pernah menerima penghargaan ASN Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2025.

Utari mengatakan pengembangan inovasi pelayanan publik perlu disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pelaksanaannya dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi maupun penyederhanaan alur kerja agar pelayanan lebih efektif.

Terkait penerapan program di tempat tugasnya saat ini, Utari menyebut inovasi yang sebelumnya dikembangkan di Puskesmas Cijagang akan diadaptasi di UPTD Puskesmas Sukanagalih, Kecamatan Pacet.

Adaptasi tersebut akan mempertimbangkan karakteristik masyarakat, kearifan lokal, ketersediaan sumber daya, serta budaya setempat.

Utari menyampaikan apresiasi kepada Kepala BKN, Bupati Cianjur, dan jajaran terkait atas penghargaan yang diterimanya. Ia berharap capaian tersebut dapat mendorong ASN, khususnya tenaga kesehatan, untuk mengembangkan inovasi pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur meluncurkan manajemen talenta ASN sebagai salah satu dasar pertimbangan dalam penempatan, promosi, dan mutasi pejabat. Sistem tersebut menggunakan sejumlah aspek penilaian, meliputi kompetensi, kinerja, integritas, potensi, dan rekam jejak.

Peluncuran manajemen talenta menjadi bagian dari penerapan sistem pengelolaan ASN berbasis kompetensi dan kinerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur. (Bet)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tiga Inovasi Kesehatan Bawa Utari Doriomas Raih Penghargaan ASN Inovatif Cianjur

Trending Now