Maros-detiksatu.com — Relawan kemanusiaan Agam Rinjani telah memulai proses evakuasi dengan menuruni tebing terjal Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, dalam upaya membantu penanganan korban pesawat ATR 42-500. Aksi tersebut dilakukan di tengah kondisi medan yang ekstrem dan berisiko tinggi, sebagai bagian dari misi kemanusiaan yang memerlukan keahlian khusus di bidang penyelamatan vertikal.
Berdasarkan informasi yang diterima, Agam Rinjani turun langsung ke lokasi dengan teknik rope rescue untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur darat. Tebing curam, vegetasi rapat, serta kontur pegunungan yang terjal menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
Langkah tersebut menunjukkan peran relawan dalam mendukung upaya pencarian dan evakuasi yang membutuhkan ketahanan fisik, ketelitian, serta pengalaman menghadapi kondisi alam ekstrem.
Proses evakuasi di kawasan pegunungan tidak hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga perencanaan matang dan koordinasi dengan tim terkait.
Proses pencarian dan evakuasi korban pesawat di wilayah pegunungan memerlukan kehati-hatian tinggi untuk menghindari risiko tambahan, baik bagi korban maupun tim penyelamat. Setiap pergerakan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan faktor keselamatan.
Masyarakat di berbagai daerah turut menyampaikan doa dan dukungan agar proses evakuasi dapat berjalan lancar. Dukungan moral dinilai penting bagi para relawan dan petugas yang berada di lapangan, mengingat tekanan fisik dan psikologis yang dihadapi selama menjalankan misi kemanusiaan.
“Semoga proses evakuasi dimudahkan, dan seluruh tim diberikan perlindungan serta kekuatan dalam menjalankan tugas,” ujar salah satu warga yang mengikuti perkembangan proses evakuasi.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dan perkembangan lebih lanjut akan menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang. Seluruh pihak diharapkan dapat menunggu informasi yang valid dan tidak berspekulasi, demi kelancaran penanganan di lapangan.
Reporter:Rd

