Dalam pernyataan resminya di Medan, Selasa (20/1/2026), tokoh perempuan berpengaruh di Sumatera Utara ini menegaskan bahwa keberpihakan terhadap atlet para games adalah mandat moral yang tidak bisa ditawar.
*Heroisme Tanpa Batas*
Bunda Yin MAP menggarisbawahi bahwa narasi yang dibawa para atlet ke Thailand bukan lagi soal rasa iba, melainkan soal kompetensi dan heroisme. Ia menilai perjuangan mereka merupakan tamparan bagi siapa saja yang mudah menyerah pada keadaan.
"Mereka berangkat ke Thailand bukan untuk dikasihani, tapi untuk disegani. Di setiap gerak mereka, ada denyut harapan dan keberanian yang luar biasa. Inilah wajah asli Indonesia—bangsa yang tangguh, yang tidak mengenal kata menyerah di tengah keterbatasan," tegas Bunda Yin dengan nada lugas.
*Seruan Solidaritas Nasional*
Lebih dari sekadar ucapan selamat, Bunda Yin menyerukan gerakan solidaritas nasional untuk mengawal perjuangan kontingen Indonesia. Beliau menegaskan bahwa dukungan masyarakat harus mengalir deras sebagai bensin bagi semangat para atlet di medan laga.
"Kita tidak boleh membiarkan mereka berjuang sendirian. Prestasi mereka adalah kebanggaan kolektif kita. Saya mengajak seluruh masyarakat Sumatera Utara dan Indonesia: mari kita kirimkan energi positif dan doa terbaik. Pastikan mereka tahu bahwa seluruh bangsa berdiri tegak di belakang mereka," tambahnya.
Pernyataan ini mempertegas posisi Bunda Yin MAP dan Partai Gerindra dalam mendorong kesetaraan hak serta dukungan konkret terhadap prestasi atlet di semua level, tanpa terkecuali.
(Redaksi)

