Gayo Lues,detiksatu.com || Danpos Ramil Dabun Gelang Koramil 03/Blangkejeren, Kodim 0113/Gayo Lues, Peltu Nurdin, menghadiri langsung pelaksanaan pemilihan Mukim Sangir yang digelar di Aula Kantor Camat Dabun Gelang. Kehadiran unsur TNI ini menjadi simbol dukungan terhadap proses demokrasi adat yang berjalan aman, tertib, dan bermartabat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Dabun Gelang, Kapolsek Blangkejeren, Kepala KUA Dabun Gelang, serta para Kecik (Kepala Desa) se-Kecamatan Dabun Gelang. Lengkap. Representatif. Negara hadir dari berbagai sisi—sipil, keamanan, dan adat—dalam satu ruang musyawarah.
Dalam keterangannya, Peltu Nurdin menyampaikan bahwa pemilihan Mukim ini dilaksanakan untuk mengisi kekosongan jabatan seiring berakhirnya masa tugas Mukim sebelumnya. Ia menekankan bahwa Mukim memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintahan desa dan kecamatan, sekaligus penjaga nilai-nilai adat yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
“Kepada Mukim yang terpilih, kami harapkan dapat memimpin dengan bijak, menjaga soliditas wilayah, serta mampu membangun koordinasi yang baik—baik dengan perangkat mukim, pemerintah desa, maupun instansi terkait lainnya,” tegas Peltu Nurdin.
Senada dengan itu, Camat Dabun Gelang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan Mukim merupakan bagian penting dari kesinambungan tata kelola pemerintahan berbasis adat. Menurutnya, Mukim bukan sekadar jabatan struktural, tetapi figur pemersatu yang diharapkan mampu merawat stabilitas sosial dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
Pemilihan Mukim Sangir kali ini diikuti oleh dua kandidat, yakni Badaruddin dari Desa Panglime Linting dan Ahmad dari Desa Sangir. Berdasarkan hasil pemilihan, Badaruddin berhasil meraih kepercayaan dan ditetapkan sebagai Mukim Sangir terpilih.
Mukim Sangir sendiri membawahi lima desa, yaitu Desa Blangtemung, Desa Sangir, Desa Pepalan, Desa Panglime Linting, dan Desa Rigep. Dengan wilayah dan tanggung jawab yang tidak kecil, Mukim terpilih diharapkan mampu mengemban amanah dengan penuh integritas dan komitmen.
Demokrasi adat berjalan. Tradisi tetap hidup. Dan roda pemerintahan terus bergerak—pelan tapi pasti.
(Kang Juna)

