Pengikut

Distribusi Energi Disorot, Warga Ambalau Tuntut Penambahan Kuota BBM dan Elpiji

Redaksi
Januari 08, 2026 | Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-08T07:22:33Z
Sintang - Kalbar, detiksatu.com || Kelangkaan Gas Elpiji 3 kilogram dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang terjadi dalam jangka waktu panjang di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, memicu keresahan masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong warga menggelar aksi damai sebagai bentuk protes dan tuntutan kepada pemerintah serta pihak terkait. Aksi damai yang mengatasnamakan Aksi Masyarakat Peduli Kecamatan Ambalau itu berlangsung di halaman Kantor Camat Ambalau, Kamis (8/1/2025).

Dalam aksi tersebut, warga membawa tabung gas kosong dan jerigen BBM sebagai simbol kelangkaan yang mereka alami.

Sejumlah baliho protes juga dibentangkan, salah satunya bertuliskan “Tolong Aparat Menindak Tegas Mafia Migas di Ambalau”.

Tokoh masyarakat sekaligus koordinator aksi, Antonius Junas, menyampaikan bahwa kelangkaan Elpiji 3 Kg telah berdampak serius terhadap kehidupan warga.
Selain sulit diperoleh, harga gas melon di tingkat pengecer melonjak jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Akibat kelangkaan ini, sebagian warga terpaksa kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak. Ini sangat memprihatinkan dan menunjukkan kemunduran kesejahteraan masyarakat,” ujar Junas.

Tak hanya Elpiji, krisis juga melanda BBM jenis Pertalite yang menjadi bahan bakar utama transportasi air.

Padahal, transportasi sungai merupakan sarana vital bagi masyarakat Ambalau, mengingat keterbatasan akses jalur darat di wilayah tersebut.
Menurut Junas, kelangkaan BBM berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari terhambatnya mobilitas pelajar untuk kembali ke sekolah, kesulitan warga yang hendak berobat, hingga melonjaknya biaya transportasi.

Aktivitas ekonomi masyarakat pun ikut terganggu karena distribusi barang dan jasa sangat bergantung pada transportasi air.

“Tanpa BBM, aktivitas masyarakat hampir lumpuh. Distribusi barang terhambat dan roda perekonomian melambat,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan tiga tuntutan utama, di antaranya penambahan kuota Elpiji 3 Kg dan BBM bagi pangkalan resmi di Kecamatan Ambalau, pemerataan distribusi energi hingga ke wilayah pedalaman, serta pengawasan ketat agar distribusi tepat sasaran.
Penanggung jawab aksi, Yosef Obeng, menekankan pentingnya penindakan tegas terhadap oknum yang diduga mempermainkan distribusi dan harga Elpiji maupun BBM di lapangan.

“Kami mendesak pemerintah dan aparat terkait untuk menindak tegas pihak-pihak yang diduga menjadi mafia migas. Masyarakat Ambalau berhak mendapatkan BBM dan Elpiji dengan harga wajar serta pasokan yang terjamin,” pungkasnya.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dan mendapat pengawalan aparat.

Warga berharap tuntutan yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti demi menjamin ketersediaan energi dan keberlangsungan kehidupan masyarakat di Kecamatan Ambalau.

Kaperwil Kalbar : Adi*ztc
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Distribusi Energi Disorot, Warga Ambalau Tuntut Penambahan Kuota BBM dan Elpiji

Trending Now