"Sebanyak 1.659 personel gabungan dikerahkan untuk pengamana aksi buruh di Monas," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya, Kamis, 8 Januari 2026.
Budi mengimbau kepada para orator dan peserta aksi agar tetap tertib, tidak memprovokasi massa lain, sehingga menyampaikan aspirasi tetap kondusif.
"Tetap tertib dan tidak melakukan tindakan anarkis seperti membakar ban bekas atau merusak fasilitas umum," terangnya.
Dia juga mengatakan, seluruh personel di lapangan tidak dibekali senjata api dan mengedepankan pendekatan humanis serta profesional dalam pengamanan aksi demo tersebut.
"Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional," terangnya.
Sebelumnya, Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan aksi demo lanjutan ini merupakan bentuk perlawanan terhadap kebijakan upah minimum Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam aksi ini, tuntutan yang akan sampaikan adalah, pertama, meminta revisi UMP DKI Jakarta 2026 menjadi 100 persen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar Rp5,89 juta per bulan, serta memberlakukan UMSP DKI 2026 sebesar 5 persen di atas 100 persen KHL.

