Pengikut

Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan sebagai Fondasi Persatuan Kekuatan Global Bangsa Dalam Refleksi Kinerja 2025 Dan Arah Kebijakan 2026

Redaksi
Januari 08, 2026 | Januari 08, 2026 WIB Last Updated 2026-01-08T12:10:31Z
Jakarta, detiksatu.com || Pilar pembangunan nasional, diplomasi dan strategis bangsa, kebudayaan fondasi persatuan bangsa dalam refleksi 2025 dan arah kebijakan 2026.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi utama persatuan bangsa sekaligus kekuatan strategis Indonesia untuk bertahan dan bersaing di tengah dinamika global. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan Refleksi Kinerja Kementerian Kebudayaan Tahun 2025 dan Arah Kebijakan Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dalam forum tersebut, Fadli Zon memaparkan capaian kinerja kementerian sepanjang 2025 sekaligus memaparkan visi dan prioritas kebijakan kebudayaan pada 2026 yang selaras dengan agenda besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Kebudayaan adalah pemersatu bangsa. Ia menjadi binding power atau perekat keindonesiaan yang memperkuat identitas nasional di tengah keberagaman suku, agama, bahasa, dan tradisi yang kita miliki,” ujar Fadli Zon di hadapan jajaran pejabat kementerian, budayawan, akademisi, serta pemangku kepentingan kebudayaan.

Menurutnya, kebudayaan tidak sekadar dipahami sebagai warisan masa lalu atau simbol identitas, melainkan sebagai fondasi nilai yang hidup dan terus membentuk arah pembangunan nasional. Nilai-nilai budaya, lanjut Fadli, harus menjadi landasan utama dalam perumusan kebijakan agar pembangunan tidak tercerabut dari jati diri bangsa.

Ia menjelaskan bahwa secara strategis Kementerian Kebudayaan menempatkan kebudayaan sebagai pilar pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini diyakini mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi, keadilan sosial, dan kelestarian identitas nasional.

“Pembangunan yang kuat adalah pembangunan yang berakar pada nilai budaya bangsa. Tanpa itu, kemajuan bisa rapuh dan kehilangan arah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyoroti besarnya potensi kebudayaan sebagai kekuatan ekonomi nasional. Ia menilai sektor kebudayaan, khususnya industri kreatif berbasis kearifan lokal, memiliki peluang besar untuk menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita ingin meningkatkan kontribusi sektor kebudayaan terhadap perekonomian nasional. Keberagaman budaya Indonesia adalah keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak negara,” ujarnya 

Ia menambahkan, penguatan ekosistem kebudayaan akan berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan pelaku budaya, serta penguatan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pada 2026 Kementerian Kebudayaan akan mendorong kebijakan yang lebih konkret dalam perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan potensi budaya secara berkelanjutan.

Selain aspek ekonomi, Fadli Zon menegaskan peran kebudayaan sebagai kekuatan diplomasi atau soft power Indonesia di kancah internasional. Menurutnya, identitas budaya dan daya tarik global Indonesia harus terus dikembangkan sebagai sarana memperkuat posisi dan pengaruh Indonesia di dunia.

“Budaya adalah soft power diplomasi. Melalui penguatan identitas budaya, Indonesia dapat tampil sebagai bangsa yang berpengaruh, dihormati, dan memiliki daya tawar di tingkat global,” dalam keterangannya 

Ia menyebutkan bahwa promosi budaya Indonesia di forum internasional, kerja sama kebudayaan antarnegara, serta diplomasi budaya berbasis tradisi dan kreativitas modern akan menjadi salah satu fokus kebijakan kementerian ke depan.

Lebih lanjut, Fadli Zon menekankan pentingnya kebudayaan dalam pembentukan jati diri dan karakter bangsa. Internalisasi nilai-nilai budaya dinilai krusial dalam membangun masyarakat yang inklusif, toleran, dan berdaya saing di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi.
“Keberagaman budaya bukanlah sumber perpecahan, justru menjadi kekuatan utama dalam membangun karakter bangsa yang kokoh dan terbuka,” katanya

Menutup sambutannya, Fadli Zon berharap arah kebijakan kebudayaan tahun 2026 mampu menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan nyata, bukan sekadar simbol atau slogan. Ia menekankan bahwa kebudayaan harus hadir secara konkret dalam pembangunan nasional, penguatan ekonomi, serta diplomasi Indonesia di masa depan.
“Dengan kebudayaan yang kuat, Indonesia tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bermartabat dan berdaulat secara identitas,” pungkasnya


Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Fadli Zon Tegaskan Kebudayaan sebagai Fondasi Persatuan Kekuatan Global Bangsa Dalam Refleksi Kinerja 2025 Dan Arah Kebijakan 2026

Trending Now