Jakarta, detiksatu.com || Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Jalan RW 09, Bulak Cabe, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, dikeluhkan warga akibat aroma bau busuk yang menyengat hidung dan tumpukan sampah yang kian menggunung hingga memakan badan jalan. Kondisi tersebut dinilai semakin mengkhawatirkan karena mengganggu kesehatan warga serta menyebabkan kemacetan setiap hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, TPS yang memiliki luas sekitar 6 x 9 meter itu sudah tidak lagi mampu menampung volume sampah warga. Tumpukan sampah tampak meluber keluar area TPS dan menggerus bahu jalan hingga kurang lebih 1,5 meter. Padahal, lebar jalan di lokasi tersebut hanya sekitar 4 meter.
Akibatnya, akses kendaraan menjadi tersendat karena hanya dapat dilalui satu arah secara bergantian.
Lokasi TPS berada persis di sisi kanan jalan arah menuju Taman Lestari Cilincing. Ironisnya, penempatan TPS tersebut diduga berada di jalur hijau dan badan jalan, sehingga memicu sorotan warga yang menilai keberadaannya tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).
Timbulkan Bau Busuk dan Ancaman Kesehatan
Tak hanya menumpuk, sampah-sampah itu juga mengeluarkan cairan hitam pekat yang mengalir hingga ke badan jalan. Air lendir tersebut membuat permukaan jalan menjadi licin dan berlumpur, sekaligus menjadi sarang lalat dan belatung. Bau busuk yang ditimbulkan pun menyebar hingga ke rumah-rumah warga di seberang TPS.
“Setiap kendaraan yang melintas di depan TPS ini terpaksa harus bergantian, karena jalan yang tertutup sampah hanya bisa dilalui satu arah. Tak heran bila setiap pagi atau sore hari saat jam sibuk, kemacetan panjang tak terhindarkan,” ujar salah seorang warga.
Selain mengganggu lalu lintas kendaraan kontainer, alat berat, sepeda motor, dan mobil pribadi, bau menyengat dari sampah juga dikeluhkan menyebabkan sesak napas, batuk-batuk, hingga kekhawatiran munculnya penyakit akibat nyamuk dan bakteri.
Dewi (45), warga setempat, mengungkapkan kegeramannya terhadap kondisi tersebut.
“Kami warga Cilincing ingin hidup sehat dan layak. Seharusnya Dinas Kebersihan DKI Jakarta proaktif menjaga agar sampah tidak menimbulkan bau busuk yang menyengat. Warga jadi sesak napas, batuk-batuk, dan khawatir penyakit seperti malaria,” ujar Dewi dengan wajah geram, (24/2/2026).
Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Warga RW 09 Bulak Cabe mendesak Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara untuk segera turun ke lapangan dan mengkaji ulang kelayakan serta penempatan TPS tersebut. Mereka menilai ada kelemahan dalam pengelolaan dan pengawasan sehingga terjadi penumpukan sampah di tengah jalan.
Adapun tuntutan warga antara lain:
1. Peran aktif pengurus RT/RW
Pengurus tingkat RT dan RW diminta bertanggung jawab memantau penampungan sampah di lingkungannya agar tidak terjadi penumpukan yang menyebabkan bau busuk.
2. Tanggung jawab pihak kelurahan
Lurah setempat diminta bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan warga, termasuk memastikan pengelolaan TPS berjalan optimal melalui subseksi kebersihan kelurahan.
3. Pengawasan tingkat kecamatan
Camat Cilincing diharapkan turut bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan di wilayahnya, termasuk berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam proses pengangkutan hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), agar tidak menimbulkan protes dari warga maupun pengguna jalan.
Warga juga menyoroti tidak adanya pembatas permanen antara TPS dan badan jalan. Kondisi tersebut membuat sampah mudah ambruk ke jalan saat volume meningkat. Terpantau, warga silih berganti membuang sampah rumah tangga menggunakan kantong plastik yang diangkut dengan sepeda motor, sehingga volume terus bertambah tanpa pengangkutan yang memadai.
Harapan Warga
Warga berharap Dinas Kebersihan segera merespons cepat keluhan ini demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan aman dari bau busuk. Mereka juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas TPS serta kemungkinan relokasi ke tempat yang lebih layak dan tidak mengganggu akses jalan umum.
“Kami hanya ingin lingkungan yang bersih dan sehat. Tolong segera dibersihkan dan ditata ulang supaya tidak mengganggu warga dan pengguna jalan,” tutup Dewi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu tindakan nyata dari instansi terkait untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah di TPS Bulak Cabe RW 09 yang dinilai semakin memprihatinkan.
Red-Ervinna