Trenggalek, detiksatu.com || Investasi “Emas Biru”, Pelindo Regional Jawa tanam 3.000 bibit terumbu karang di pantai mutiara.
Komitmen PT Pelabuhan Indonesia (PELINDO) Regional Jawa dalam menjaga kelestarian ekosistem laut Indonesia kembali diwujudkan melalui aksi nyata.
Berkolaborasi dengan Laznas LMI serta Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Pelindo secara resmi meluncurkan Program Rehabilitasi Terumbu Karang di kawasan Pantai Mutiara, Kabupaten Trenggalek, Selasa (20/01/2026).
Program ini merupakan bagian dari pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo yang berfokus pada pemulihan ekosistem pesisir sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat nelayan di wilayah pesisir selatan Jawa Timur. Rehabilitasi terumbu karang dipandang sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut sekaligus menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Dalam program ini, Pelindo Regional Jawa menanam 3.000 bibit terumbu karang di perairan Pantai Mutiara. Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan berbagai teknologi media tanam yang dirancang untuk meningkatkan tingkat keberhasilan rehabilitasi ekosistem bawah laut.
Media tanam yang digunakan meliputi 11 unit media meja tanam bibit, 30 unit media bioreftek, serta 10 unit media fish house atau rumah ikan.
Kombinasi media tersebut diharapkan mampu menciptakan habitat baru bagi biota laut serta mempercepat pemulihan ekosistem terumbu karang yang berperan penting sebagai rumah, tempat berlindung, dan area berkembang biak ikan.
Sub Head Regional Pelindo Jawa, Agung Purwanto, menegaskan bahwa Pelindo tidak hanya berfokus pada pengelolaan logistik dan pelabuhan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar terhadap keberlanjutan laut Indonesia.
“Pelindo memastikan laut tetap hidup dan berkelanjutan. Rehabilitasi terumbu karang ini merupakan investasi ekologis jangka panjang, bukan hanya bagi sektor maritim, tetapi juga untuk generasi mendatang,” tegas Agung Purwanto
Sinergi lintas sektor jaga “Emas Biru”
program rehabilitasi ini mendapat sambutan dan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek. Wakil Bupati Trenggalek, Syah Natanegara, yang hadir dan membuka kegiatan, menyebut laut sebagai “Emas Biru” bagi masa depan daerahnya.
Menurutnya, keberlanjutan laut tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui sektor perikanan dan pariwisata berbasis konservasi.
“Laut adalah masa depan kita. Program seperti ini sangat penting karena menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir Trenggalek,”ungkapnya.
Dukungan serupa disampaikan Direktur Utama Laznas LMI, Agung Wicaksono, yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam setiap program konservasi.
“Masyarakat pesisir tidak boleh hanya menjadi penonton. Mereka harus menjadi aktor utama dan garda terdepan dalam menjaga kelestarian terumbu karang,” ujarnya.
Terumbu karang sebagai fondasi ketahanan iklim dari sisi teknis, dukungan juga datang dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur. melalui Kabid Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KKP), Awalrush Andhira, DKP menegaskan bahwa terumbu karang merupakan fondasi penting dalam menjaga ketahanan ekosistem laut, terutama di tengah ancaman perubahan iklim global.
Terumbu karang berfungsi sebagai penyangga ekosistem laut, pelindung pantai dari abrasi, serta sumber keanekaragaman hayati yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi.
Dampak nyata bagi nelayan: Ikan Kembali ke habitat, manfaat rehabilitasi terumbu karang ini telah dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Ketua Pokmaswas Rembeng Raya, Kacuk Wibisono, menyampaikan bahwa upaya konservasi yang telah dilakukan sejak 2006 menunjukkan hasil positif.
Ia menyebut pertumbuhan terumbu karang di kawasan Pantai Mutiara dapat mencapai sekitar 9 sentimeter per tahun, sehingga secara bertahap mampu memulihkan habitat laut.
“Sekarang banyak ikan yang kembali ke habitatnya. Ini sangat membantu ekonomi nelayan. Kami berharap dukungan berkelanjutan seperti dari Pelindo terus mengalir,” harap Kacuk Wibisono
Komitmen jangka panjang pelestarian laut.
Kegiatan rehabilitasi ini ditutup dengan prosesi simbolis penanaman media terumbu karang ke dasar laut, yang disaksikan langsung oleh jajaran pemerintah daerah, manajemen Pelindo Regional Jawa, Laznas LMI, serta komunitas peduli lingkungan pesisir.
Melalui program ini, Pelindo Regional Jawa menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga kelestarian laut Indonesia.
Rehabilitasi terumbu karang di Pantai Mutiara Trenggalek tidak hanya menjadi upaya pemulihan lingkungan, tetapi juga investasi berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat pesisir dan masa depan “Emas Biru” Indonesia.
Red-Ervinna

