Jimmy Carter, Presiden Termiskin Dalam Sejarah Amerika Serikat: Kesederhanaan, Pengabdian, dan Warisan Kemanusiaan

Redaksi
Januari 29, 2026 | Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T05:36:04Z
Amerika, detiksatu.com || Jimmy Carter dikenang sebagai salah satu Presiden Amerika Serikat yang paling sederhana sepanjang sejarah. Di tengah citra kepemimpinan dunia yang identik dengan kemewahan, kekuasaan, dan fasilitas istimewa, Carter justru memilih jalan hidup yang jauh dari sorotan kemegahan. Ia kerap disebut sebagai Presiden termiskin dalam sejarah Amerika Serikat, bukan karena kekurangan integritas atau prestasi, melainkan karena pilihan hidupnya yang penuh kesederhanaan dan pengabdian kemanusiaan.

Tidak seperti para mantan presiden lainnya, Jimmy Carter adalah satu-satunya Presiden Amerika Serikat yang tidak memiliki rumah mewah atau mansion setelah masa jabatannya berakhir. Usai meninggalkan Gedung Putih, Carter dan istrinya, Rosalynn Carter, kembali tinggal di sebuah rumah kecil dan sederhana di Plains, Georgia.

Nilai rumah tersebut hanya sekitar 167.000 dolar AS, jauh dari standar hunian para tokoh negara. Rumah itu pun bukan bangunan baru kondisinya sederhana, bahkan tergolong usang.
Perabotan di dalam rumah Carter sebagian besar adalah barang lama warisan dari orang tuanya. Banyak peralatan rumah tangga yang sudah tua dan sering mengalami kerusakan, sehingga pasangan ini harus melakukan perbaikan hampir setiap bulan. 

Dari segi kenyamanan hidup, kualitas hidup Jimmy Carter bahkan dinilai lebih rendah dibandingkan rata-rata warga Amerika.
Dalam kehidupan sehari-hari, Carter tidak menunjukkan gaya hidup elit. Ia kerap berbelanja di supermarket dan membeli barang-barang diskon, sesuatu yang jarang dilakukan oleh tokoh sekelas mantan Presiden Amerika Serikat.

Sumber penghasilan utama keluarga Carter hanyalah pensiun kepresidenan, yang jumlahnya sekitar 217.000 dolar AS per tahun angka yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan pendapatan mantan presiden lain yang berasal dari bisnis, investasi, atau kontrak korporasi.

Jimmy Carter juga menolak kemewahan dalam perjalanan. Ia tidak menggunakan jet pribadi, dan lebih memilih terbang dengan kelas ekonomi. Bahkan di usia senja, Carter tetap mengantre seperti penumpang biasa saat naik pesawat, dengan tegas menolak perlakuan khusus.

Dalam kesehariannya, ia mengendarai mobil Ford Taurus bekas yang telah berusia lebih dari 25 tahun, sebuah simbol nyata dari kesederhanaan hidupnya.

Lalu, ke mana perginya uang Jimmy Carter?
Jawabannya terletak pada pengabdian kemanusiaan yang luar biasa.

Jimmy Carter adalah pendiri Carter Center, sebuah lembaga kemanusiaan internasional yang berfokus pada perdamaian, kesehatan global, dan pemberantasan penyakit. Melalui lembaga ini, Carter dilaporkan telah menghabiskan tidak kurang dari 30 juta dolar AS untuk memerangi penyakit mematikan seperti river blindness (kebutaan sungai) dan penyakit cacing Guinea, yang menyerang jutaan orang miskin di berbagai negara berkembang.

Tidak hanya menyumbang dana, Carter juga turun langsung ke lapangan. Ia secara pribadi membantu membangun rumah bagi keluarga berpenghasilan rendah melalui program perumahan sosial. Bahkan di usia lanjut, ia masih aktif membangun puluhan rumah dengan tangannya sendiri, menunjukkan bahwa pengabdian baginya bukan sekadar simbol, melainkan tindakan nyata.

Selain itu, Jimmy Carter juga menyumbangkan sebagian besar honorarium dari pidato dan pendapatan lainnya untuk kegiatan amal.

Total sumbangannya mencapai jutaan dolar AS, semuanya diberikan demi kesejahteraan orang-orang yang bahkan tidak pernah ia temui. Jimmy Carter wafat dengan tenang di kediamannya di Georgia pada 29 Desember 2024, sekitar pukul 15.40 waktu setempat (Eastern Time).

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi rakyat Amerika Serikat, tetapi juga bagi masyarakat dunia yang pernah merasakan dampak nyata dari dedikasinya.

Jimmy Carter mungkin bukan Presiden terkaya, namun ia adalah salah satu yang paling bermakna. Ia membuktikan bahwa kekuasaan sejati tidak diukur dari harta, melainkan dari seberapa besar hidup kita bermanfaat bagi orang lain.

Hari ini, dunia memberi penghormatan kepada seorang pemimpin yang hidup sederhana, bekerja tanpa pamrih, dan meninggalkan warisan kemanusiaan yang abadi.
Selamat jalan, Jimmy Carter.
Pengabdianmu akan selalu dikenang.

Sumber : Indra Irsan

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jimmy Carter, Presiden Termiskin Dalam Sejarah Amerika Serikat: Kesederhanaan, Pengabdian, dan Warisan Kemanusiaan

Trending Now