Kapuas Tengah, detiksatu.com – Sebuah losmen milik warga Desa Buhut Jaya, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, dilaporkan telah lebih dari satu tahun tidak difungsikan. Ironisnya, bangunan usaha tersebut berada tepat di jalur lintas yang setiap hari dilalui kendaraan operasional perusahaan, namun hingga kini belum pernah dimanfaatkan atau disewa oleh pihak perusahaan. Pantauan di lokasi pada Kamis (8/1/2026) pagi sekitar pukul 05.55–05.56 WIB menunjukkan losmen dalam kondisi tertutup dan tidak beroperasi. Bangunan kayu tersebut berdiri di tepi Jalan Lintas Desa Buhut Jaya, jalur utama yang menjadi akses keluar masuk kendaraan perusahaan, termasuk truk dan kendaraan operasional lainnya.
Pemilik losmen,Fahmi (warga setempat), mengungkapkan bahwa sejak lebih dari satu tahun lalu ia telah berulang kali menawarkan losmennya kepada pihak perusahaan untuk disewakan sebagai tempat istirahat karyawan maupun kebutuhan operasional lainnya. Namun, hingga kini belum ada tanggapan atau realisasi kerja sama.
“Sudah sering saya sampaikan langsung ke pihak perusahaan, bahkan lewat perantara. Saya juga sudah beberapa kali meminta bantuan kepala desa agar difasilitasi, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujar Fahmi kepada wartawan.
Menurut Fahmi, keberadaan perusahaan seharusnya dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga sekitar, terutama pelaku usaha lokal. Namun kenyataannya, losmen miliknya yang berada tepat di jalur strategis justru dibiarkan kosong, sementara aktivitas perusahaan berjalan setiap hari melewati depan usaha warga tersebut.
Kondisi lingkungan sekitar losmen dan jalan lintas juga tampak memprihatinkan. Jalan yang dilalui kendaraan berat terlihat berlubang dan tergenang air, diduga akibat intensitas lalu lintas kendaraan perusahaan. Warga menilai situasi ini semakin menambah beban masyarakat, karena selain tidak dilibatkan dalam peluang usaha, mereka juga harus menanggung dampak kerusakan infrastruktur.Upaya warga untuk meminta perhatian pemerintah desa pun belum membuahkan hasil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan maupun pemerintah desa terkait alasan tidak dimanfaatkannya losmen warga tersebut.
Warga berharap adanya keterbukaan dan kepedulian dari pihak perusahaan agar potensi usaha masyarakat lokal dapat diberdayakan. Selain itu, mereka juga meminta pemerintah desa dan instansi terkait untuk memfasilitasi komunikasi yang adil antara warga dan perusahaan, demi terciptanya hubungan yang saling menguntungkan.
Reporter : Fahmi

