Pansimas Desa Mandala Jaya Diduga Tidak Optimal, Kadus Sebut Ada Kendala Kapasitas dan Pembayaran

Redaksi
Januari 26, 2026 | Januari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T09:15:42Z
TANJUNG JABUNG BARAT, DETIKSATU.COM  || Pemasangan Sarana Air Minum (Pansimas) di Desa Mandala Jaya, Kecamatan Betara,Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi yang dibangun pada tahun 2022 melalui program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Provinsi Jambi senilai Rp 300 juta menjadi perhatian setelah beberapa masyarakat mengeluhkan kinerjanya yang tidak berjalan maksimal. Awak media melakukan konfirmasi terkait permasalahan ini.
 
Pada awalnya, awak media mendapatkan arahan dari Kepala Desa (Kades) Desa Mandala Jaya untuk menghubungi Kepala Dusun (Kadus) Muklasin. Saat ditemui di kantor desa, Kadus Muklasin memberikan klarifikasi terkait keluhan masyarakat.
 
"Terdapat keluhan bahwa pansimas tidak berfungsi maksimal. Sebenarnya mesinnya sudah tersedia, namun jika semua titik air digunakan sekaligus untuk menyedot air, kapasitas mesin tidak mampu menampung beban tersebut," ujar Kadus Muklasin saat diwawancarai awak media.
 
Kadus menjelaskan bahwa sistem pansimas di desa ini diatur dengan mekanisme pembayaran untuk keperluan operasional dan pemeliharaan. "Jika masyarakat bersedia membayar biaya tersebut, maka pasokan air akan dapat berjalan dengan lancar. Kami sudah menyediakan kran air di depan setiap rumah warga sebagai akses sarana air minum," katanya.
 
Menurutnya, biaya yang dimaksud adalah ganti rugi untuk pengelolaan, pemeliharaan mesin, serta biaya operasional sehari-hari. "Kendala yang kami hadapi bukan dari pihak pengurus desa, melainkan sebagian masyarakat yang belum bersedia membayar biaya tersebut," tambahnya.
 
Saat ditanya terkait sumber air minum masyarakat sehari-hari, Kadus menyampaikan bahwa sebagian warga masih mengandalkan air hujan, terutama pada musim kemarau. "Hal ini menjadi perhatian kami, namun untuk mengoptimalkan pansimas tetap membutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat," ujarnya.
 
Salah satu warga Desa Mandala Jaya menyampaikan bahwa sebagian masyarakat merasa kebingungan terkait besarnya biaya yang harus dibayar. "Kita tidak menolak untuk membayar, namun perlu klarifikasi yang jelas tentang penggunaan uang tersebut dan besarnya biaya yang sesuai dengan kemampuan kita," ujarnya.
 
Warga tersebut juga menambahkan bahwa pasokan air dari pansimas hanya berjalan selama dua hari setelah proyek selesai dibangun. "Kita siap bayar asalkan air tersebut dialirkan (hidup). Ini hidup hanya dua hari saja itupun saat pekerjaan awal PAMSIMAS selesai, selanjutnya tidak hidup lagi sampai saat ini," ungkapnya.
 
Pansimas tersebut merupakan bagian dari program PAMSIMAS Provinsi Jambi yang dibangun pada tahun 2022 dengan anggaran Rp 300 juta, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat di wilayah Desa Mandala Jaya.(Hk)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pansimas Desa Mandala Jaya Diduga Tidak Optimal, Kadus Sebut Ada Kendala Kapasitas dan Pembayaran

Trending Now