Pengikut

Pemeriksaan Selesai: SOP Adu Domba Dan Pecah Bela Jokowi Terus Dijalankan

Redaksi
Januari 26, 2026 | Januari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T01:48:33Z
Jakarta,detiksatu.com || Pemeriksaan dengan status tersangka atas para pejuang kita Rizal Fadillah, Rustam Efendi dan Kurnia Tri Royani selesai dilakukan (Kamis, 22/1). Tidak ada tindakan penahahan, dan ketiganya kembali dengan selamat.

Materi pemeriksaan masih seputar peristiwa yang sebelumnya dipersoalkan karena ketidakjelasan tempus (waktu) dan locus (lokasi) delik (TKP). Penyidik tidak fokus pada peristiwa apa dan dimana yang melibatkan para pejuang ada dalam peristiwa tersebut, sehingga dianggap melakukan pencemaran dan penghinaan (Pasal 310 KUHP, Pasal 311 KUHP dan Pasal 27A UU ITE) pada Jokowi, juga melakukan penghasutan dan menyebar kebencian (Pasal 160 KUHP dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE).

Sejumlah pertanyaan tidak dijawab karena keberatan, dasarnya adalah seorang tersangka memiliki hak untuk memberikan keterangan secara bebas. Bahkan, Rizal Fadilah mempersoalkan ketidakjelasan penerapan rezim KUHP baru dalam perkara ini.

Tapi yang jelas, pemeriksaan ini adalah tindak lanjut dari penerapan SOP Solo. Ya, karena pemeriksaan dilakukan setelah ada SP-3 karena perintah JOKOWI, lalu terjadi pelimpahan berkas Roy, Rismon dan Tifa (RRT), yang ditindaklanjuti dengan pemeriksaan para tersangka. Targetnya jelas: *adu domba dan pecah belah perjuangan.*

Menjelang, saat dan pasca pemeriksaan, strategi adu domba dan pecah belah ini terus dijalankan. Rustam Efendi dan Kurnia Tri Royani, diiming imingi SP-3 dengan bayaran menghentikan perjuangan, oleh kaki tangan JOKOWI.

Penulis sendiri, mendapat informasi ada orang yang ingin bertemu. Masih dalam konteks yang sama: mengajak untuk berdamai dengan JOKOWI, menghentikan perjuangan dan tentu saja paket iming-iming juga kemungkinan ditawarkan.

Untungnya, sejawat penulis yang diminta menyampaikan pesan tegas menjawab: KHOZINUDIN, TANPA SAYA TANYA DIA PASTI MENOLAK. DIAJAK BERTEMU UNTUK DIBUNGKAM KASUS PIK-2 SAJA DITOLAK. Dan jawaban itu benar, penulis tak akan pernah mau berdamai dengan kebohongan, kepalsuan dan kezaliman.

Dalam sejumlah dialog program TV, tawaran SP-3 itu terus masif dijajakan. Baik dengan bahasa eksplisit maupun implisit. Semua kompak mengajak sowan ke Solo, untuk berdamai dengan tujuan merestorasi ijazah palsu menjadi asli.

Saat taping di program Abraham Silaban (Nusantara TV), jelas sekali Pitra Romdoni berulangkali menawarkan perdamaian dari kubu JOKOWI yang dibungkus dengan ungkapan macam-macam. Bahkan, mengaku ada peran ‘kuda hitam’ dalam perkara ini. (Akan tayang Senin, 26/1).

Padahal, ijazah palsu tidak bisa direstorasi dengan perdamaian menjadi asli. Ijazah palsu harus diadili untuk dipertanggungjawabkan kepada seluruh rakyat Indonesia.

Terasa sekali, semacam ada ‘sayembara Solo’ kepada seluruh anteknya. Siapa saja yang bisa membawa para pejuang sowan ke Solo, berdamai dengan JOKOWI akan mendapatkan upeti besar dari Solo. Motifnya hanya satu: *Solo menghindari pengadilan karena takut bersidang.* Tujuannya juga hanya satu: *merestorasi ijazah yang palsu seolah olah menjadi asli hanya dengan narasi perdamaian.*

Alhamdulillah, Bang Rizal Fadilah, Bang Rustam Efendi dan Bu Kurnia Tri Royani tetap teguh. Berdiri kokoh melanjutkan perjuangan, tak tergiur dengan berbagai tawaran juga tak takut dengan ancaman.

Pak Roy Suryo ikut mengawal pemeriksaan. Benar-benar menjadi the real ‘Raja Jawa’ yang mengayomi, ikut membersamai pemeriksaan sejak awal hingga selesai. Tidak seperti ‘Raja Jawa’ Solo yang bengis dan kejam.

Tim Hukum juga kompak. Ada Bu Susiasih yang bukan hanya mendampingi sebagai penasehat hukum, melainkan juga sebagai  sahabat Bu Kurnia yang menyediakan minuman dan makanan untuk menjaga kesehatan dan stamina. Tim pendampingan yang dikoordinir oleh Bang Syamsir Djalil setia mendampingi, ada Bang Baharu Zaman, Rekan Ghafur Sangaji, Bang Aspardi Piliang, Bu Virca Dewi, Bang Meidy Juniarto, Mba Kartika, Pak Ketua Petrus Selestinus dan yang lainnya.

Terima kasih sekali kamu ucapkan kepada aktivis ARM. Ada Bu Menuk, Bu Susi, Bu Desi, Bu Tita, dll, yang bukan saja ikut mengawal tetapi juga menyiapkan konsumsi. Semoga Allah swt membalasnya.

Terima kasih pula kepada seluruh aktivis lainnya, tanpa mengurangi rasa hormat sehingga tidak disebutkan satu per satu. Juga pada all media dan YouTuber yang meliput.

Pesan kami tegas: KAMI MENOLAK BERDAMAI DENGAN KEPALSUAN, KEBOHONGAN  & KEZALIMAN JOKOWI. KAMI AKAN LANJUTKAN PERJUANGAN. [].
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemeriksaan Selesai: SOP Adu Domba Dan Pecah Bela Jokowi Terus Dijalankan

Trending Now