Jakarta, detiksatu.com || Presiden Prabowo Subianto gelar rapat koordinasi jarak jauh Jakarta–London
prioritaskan penertiban kawasan hutan,
Selasa, 20 Januari 2026.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) melalui konferensi video jarak jauh antara Jakarta dan London, Inggris, untuk membahas perkembangan kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Rapat tersebut berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026, waktu setempat, di sela-sela agenda kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Inggris.
Rapat terbatas ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah dalam menegakkan hukum, menjaga kelestarian lingkungan, serta menata kembali kawasan hutan nasional yang selama ini menghadapi berbagai permasalahan, mulai dari alih fungsi ilegal, tumpang tindih perizinan, hingga penguasaan kawasan hutan tanpa hak.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penertiban kawasan hutan merupakan prioritas nasional yang harus dijalankan secara tegas, terukur, dan berkeadilan.
Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga yang tergabung dalam Satgas PKH untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memastikan setiap langkah penertiban berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Penataan dan penertiban kawasan hutan adalah bagian dari komitmen negara untuk melindungi sumber daya alam, menjamin kepastian hukum, serta menjaga keberlanjutan lingkungan hidup bagi generasi mendatang,” tegas Presiden Prabowo dalam rapat tersebut.
Presiden juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses penertiban, termasuk pendataan penguasaan lahan, penindakan terhadap pelanggaran, serta pemulihan fungsi kawasan hutan yang telah rusak.
Ia meminta agar Satgas PKH tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar hukum, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan berkeadilan sosial.
Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara yang berada di Jakarta, antara lain Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh.
Sementara itu, dari London, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran para menteri tersebut menegaskan bahwa isu penertiban kawasan hutan tidak hanya berdimensi nasional, tetapi juga memiliki implikasi internasional, terutama terkait komitmen Indonesia terhadap perlindungan lingkungan dan perubahan iklim global.
Dalam rapat tersebut, Satgas PKH juga memaparkan laporan terkini mengenai progres penertiban di sejumlah wilayah, tantangan yang dihadapi di lapangan, serta langkah-langkah strategis yang akan ditempuh ke depan. Presiden Prabowo meminta agar seluruh rekomendasi hasil rapat segera ditindaklanjuti secara konkret dan dilaporkan secara berkala.
Menutup rapat, Presiden kembali mengingatkan bahwa keberhasilan penertiban kawasan hutan akan menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta penguatan wibawa negara dalam menegakkan hukum dan melindungi aset strategis bangsa.
Red-Ervinna

