Pengikut

Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Bilateral Indonesia–Inggris Resmi Diluncurkan, Fokus Sektor Strategis

Redaksi
Januari 20, 2026 | Januari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-01-20T08:23:19Z
Jakarta, detiksatu.com || Pemerintah Indonesia dan Inggris luncurkan kemitraan pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor strategis. Pemerintah Republik Indonesia bersama Pemerintah Inggris secara resmi meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia–Inggris dalam sebuah acara yang digelar di London, Inggris, pada Senin (19/1/2026) waktu setempat.

Peluncuran kemitraan ini bertujuan untuk memperkuat dan memperluas kerja sama ekonomi bilateral di berbagai sektor strategis yang menjadi prioritas pembangunan kedua negara.

Kesepakatan kemitraan tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto, yang mewakili Pemerintah Indonesia, dan Menteri Negara Urusan Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle, mewakili Pemerintah Inggris.

Penandatanganan ini berlangsung bertepatan dengan rangkaian kunjungan resmi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ke Inggris.
Peluncuran kemitraan ini turut dihadiri oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, yang menyebut kerja sama tersebut sebagai sebuah tonggak penting dan bersejarah dalam hubungan bilateral Indonesia–Inggris.

“Kemitraan pertumbuhan ekonomi ini merupakan perjanjian bersejarah yang membawa hubungan perdagangan dan investasi antara Inggris dan Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Dominic Jermey dalam sambutannya di London, Senin (19/1/2026).

Menurut Jermey, kemitraan ini menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat fondasi kerja sama ekonomi yang telah terjalin sejak lama, sekaligus menyesuaikannya dengan tantangan dan peluang global masa kini. 

Ia menekankan bahwa perjanjian ini membuka babak baru hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berkembang.

Kesepakatan tersebut mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain:
1.  Energi bersih dan transisi energi.
2.  Ekonomi digital dan teknologi
Pembangunan infrastruktur.
3.  Transportasi dan konektivitas.
4.  Pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
5.  Layanan kesehatan.

Selain itu, kemitraan ini juga menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Inggris untuk mengatasi hambatan nontarif perdagangan, memberikan dukungan lebih luas bagi pelaku ekspor, serta mendorong peningkatan investasi dua arah dengan nilai yang lebih besar dan berkelanjutan.

“Kami berharap kemitraan pertumbuhan ekonomi ini dapat menciptakan peluang baru bagi dunia usaha di kedua negara, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Indonesia dan Inggris,” kata Jermey.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kemitraan ini sejalan dengan agenda transformasi ekonomi Indonesia, khususnya dalam mendorong pertumbuhan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Lawatan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Presiden Prabowo tiba di London pada Minggu (18/1/2026) malam, setelah bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu siang.

Selama berada di London, Presiden Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta melakukan audiensi dengan Raja Charles III. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga direncanakan menyepakati kemitraan strategis yang lebih luas.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menyampaikan bahwa kemitraan strategis yang akan dibahas oleh Presiden Prabowo dan PM Keir Starmer mencakup berbagai bidang penting, antara lain pertahanan dan keamanan, pertumbuhan ekonomi, antisipasi dampak perubahan iklim, serta kerja sama energi dan lingkungan hidup.

Dengan peluncuran Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi ini, Indonesia dan Inggris menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat hubungan bilateral yang saling menguntungkan, sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi regional maupun global.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Bilateral Indonesia–Inggris Resmi Diluncurkan, Fokus Sektor Strategis

Trending Now