Gayo Lues,detiksatu.com– Proyek pembangunan SD Negeri 4 Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, yang dibiayai Dana Alokasi Umum (DAU) Pendidikan Tahun Anggaran 2025 dengan nilai HPS Rp462 juta, diklaim telah rampung. Namun fakta di lapangan justru membuka indikasi lemahnya pengawasan dan tanggung jawab pelaksana proyek.
Hingga Kamis (22/1/2026), material pasir sisa pekerjaan masih menumpuk di badan jalan umum, tepat di depan sekolah. Kondisi ini mengganggu arus lalu lintas kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.Situasi tersebut memunculkan tanda tanya terhadap peran Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, serta kontraktor pelaksana. Sebab, sesuai prinsip pelaksanaan pekerjaan konstruksi, pembersihan area proyek hingga kembali ke fungsi semula merupakan bagian dari pekerjaan akhir.Jika proyek dinyatakan selesai dan dibayar penuh, siapa yang meloloskan kondisi lapangan seperti ini?
PPK selaku penanggung jawab kegiatan dinilai harus memastikan pekerjaan benar-benar tuntas, bukan sekadar selesai secara administratif. Sementara itu, konsultan pengawas dipertanyakan fungsinya apabila sisa material yang jelas kasat mata masih dibiarkan berada di badan jalan.Tak kalah penting, kontraktor pelaksana dinilai abai terhadap kewajiban keselamatan publik. Jalan umum bukan bagian dari area proyek, apalagi dijadikan tempat penumpukan material pascapekerjaan.
Proyek yang bersumber dari anggaran pendidikan semestinya mencerminkan ketertiban, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan. Namun fakta ini justru menunjukkan celah pengawasan yang tidak boleh dianggap sepele.Masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues dan Inspektorat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Proyek boleh rampung di atas laporan, tetapi tanggung jawab tidak boleh berhenti sebelum keselamatan publik benar-benar terjamin.
Saat tim media melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Salid, S.Pd., M.M., ia menegaskan bahwa pihaknya telah memerintahkan rekanan untuk segera membersihkan material serta membersihkan saluran parit.
Reporter : Dir

