Kab. Bandung,detiksatu.com || Persatuan Tenis Meja (PTM) Barakatak yang berlokasi di Penclut, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, menggelar turnamen tenis meja perorangan yang diikuti oleh sekitar 300 peserta dari berbagai klub PTM. Turnamen ini berlangsung selama lima hari dan mencapai babak final pada Minggu (18/1/2026), sebagai puncak rangkaian kompetisi yang sarat semangat sportivitas dan kebersamaan.
Kegiatan yang digelar adalah
turnamen tenis meja perorangan antar-klub PTM, yang menjadi ajang kompetisi sekaligus silaturahmi antar pegiat olahraga tenis meja di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya.
Turnamen ini merupakan gelaran yang keempat kalinya diselenggarakan oleh PTM Barakatak dan kembali mencatatkan antusiasme tinggi dari para peserta.
Turnamen dilaksanakan di markas PTM Barakatak, Penclut, Rancamanyar, Kabupaten Bandung, yang selama ini dikenal aktif membina kegiatan olahraga masyarakat berbasis komunitas.
Turnamen ini dibuka secara resmi oleh Drs. Chepy Faridi Hikmat, Sekretaris Umum Partisan Siliwangi Sejati, yang hadir didampingi oleh Haris, Ketua PTM Barakatak, serta Encep sebagai perwakilan panitia penyelenggara. Sebanyak 300 atlet komunitas dari berbagai klub PTM turut ambil bagian, menunjukkan bahwa tenis meja tetap menjadi cabang olahraga favorit yang mampu menyatukan lintas usia dan latar belakang sosial.
Dalam sambutannya, Chepy Faridi Hikmat menyampaikan bahwa terdapat tiga landasan utama terselenggaranya turnamen ini. Pertama, kegiatan ini diawali dari semangat silaturahmi antar anggota komunitas tenis meja. Kedua, dilanjutkan dengan komitmen untuk berolahraga bersama secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat, kemudian ketiga, dari kebersamaan tersebut lahir kesepakatan untuk menggelar turnamen, yang kini telah berlangsung untuk keempat kalinya dengan catatan sukses dan partisipasi yang terus meningkat.
Chepy Faridi Hikmat menekankan bahwa olahraga komunitas memiliki peran strategis dalam membangun karakter, disiplin, serta memperkuat kohesi sosial masyarakat. Nilai-nilai lokal Sunda seperti silih asih (saling mengasihi), silih asah (saling mengasah kemampuan), dan silih asuh (saling membimbing) menjadi fondasi etis dalam penyelenggaraan kegiatan ini.
Panitia mengedepankan prinsip keterbukaan, sportivitas dan kebersamaan. Selain sebagai ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi ruang pertukaran pengalaman antar-atlet komunitas. Dalam kesempatan tersebut, Chepy Faridi Hikmat juga menyampaikan harapan agar pada semester kedua tahun ini, PTM Barakatak bersama jejaring komunitas tenis meja dapat menyelenggarakan event yang lebih luas dan berskala regional, bahkan memperebutkan Trofi Bupati Bandung, Ketua DPRD Kabupaten Bandung, maupun Ketua KONI Kabupaten Bandung.
Harapan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa olahraga berbasis komunitas dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembinaan prestasi sekaligus penguatan kesehatan masyarakat, di mana olahraga dijadikan instrumen pembangunan sosial, peningkatan kesehatan publik serta pembentukan jejaring sosial yang produktif.
Dengan partisipasi ratusan peserta dan dukungan tokoh masyarakat, turnamen PTM Barakatak tidak hanya berdampak pada aspek kompetitif, tetapi juga pada penguatan modal sosial di tingkat lokal.
Turnamen ini menegaskan bahwa pembinaan olahraga tidak selalu harus dimulai dari struktur formal, melainkan dapat tumbuh kuat dari komunitas yang konsisten, berjejaring dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan. PTM Barakatak, melalui turnamen ini, menunjukkan praktik baik bagaimana olahraga rakyat dapat menjadi wahana prestasi sekaligus persatuan. ( Red. Bsn )

