Kapuas hulu— detiksatu.com || Seorang warga Desa Padung Kumang, Dusun Sengkajau, mengaku mengalami peristiwa tidak menyenangkan yang diduga mengandung unsur tekanan sosial saat berada di lingkungan tempat tinggalnya. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang berada di sekitar warung desa.
Berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat ia meminta adiknya untuk membeli rokok ke warung. Di lokasi tersebut, adiknya bertemu dengan sekelompok warga yang kemudian meminta bantuan untuk membeli rokok merek tertentu serta minuman beralkohol jenis arak.
Barang tersebut kemudian digunakan oleh kelompok tersebut untuk berkumpul.
Korban menyampaikan bahwa dirinya sejak awal menolak ajakan untuk ikut mengonsumsi minuman beralkohol.
Penolakan tersebut, menurut pengakuannya, telah disampaikan secara jelas dengan alasan pribadi. Namun demikian, korban merasa penolakannya tidak sepenuhnya dihargai sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman.
Dalam keterangannya, korban juga menyebutkan bahwa pada satu momen ia mengalami kesulitan untuk meninggalkan lokasi karena kunci sepeda motornya sempat tidak berada dalam penguasaannya. Kondisi tersebut membuat korban merasa tertekan secara psikologis dan tidak leluasa untuk segera pulang.
“Saya sudah menyampaikan penolakan, tetapi situasinya membuat saya merasa tidak nyaman,” ujar korban kepada media ini.
Untuk menghindari potensi konflik yang lebih besar, korban mengaku sempat duduk bersama dalam waktu singkat, meskipun menegaskan bahwa kehadirannya tidak didasari keinginan pribadi. Setelah situasi memungkinkan, korban kemudian berusaha meninggalkan lokasi.
Peristiwa ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait pentingnya saling menghormati batasan pribadi dan kebebasan individu dalam kehidupan bermasyarakat. Setiap warga memiliki hak untuk menerima atau menolak ajakan apa pun tanpa tekanan.
Masyarakat setempat berharap aparat desa dan tokoh masyarakat dapat memberikan perhatian serta melakukan klarifikasi agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan keresahan.
Pendekatan persuasif dan musyawarah dinilai penting untuk menjaga keharmonisan lingkungan.
Kaperwil Kalbar : Adi*ztc

