Papua Pegunungan, detiksatu.com || Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Provinsi Papua Pegunungan menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT/GEUP) bagi atlet taekwondo pada 25 Januari 2026 di Gedung Sosial Katolik (Soska), Wamena, Provinsi Papua Pegunungan.
Wakil Ketua I Taekwondo Indonesia Provinsi Papua Pegunungan Bidang Organisasi, Moses Lamere,S.Km mengatakan UKT tersebut bertujuan mempersiapkan atlet dari berbagai kategori untuk menghadapi sejumlah event olahraga ke depan.
“UKT yang dilaksanakan pada tahun 2026 ini mewakili delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan. Ini merupakan bagian dari proses pembinaan atlet secara berjenjang,” kata Moses.
Ia mengakui bahwa hingga saat ini sebagian pengurus taekwondo di tingkat kabupaten belum berjalan maksimal. Oleh sebab itu, pengurus provinsi terus berupaya mengoptimalkan peran organisasi agar taekwondo di Papua Pegunungan dapat berkembang dan menjadi kebanggaan daerah.
“Kami selaku pengurus provinsi terus mengoptimalkan pembinaan agar taekwondo di Papua Pegunungan berjalan dengan baik dan menjadi harapan daerah,” ujarnya.
Moses menjelaskan, pelaksanaan UKT tersebut sepenuhnya menggunakan dana swadaya tanpa dukungan pemerintah maupun pihak lain. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan dengan baik dan lancar.
“Pelaksanaan UKT ini murni dari dana swadaya. Tidak ada kontribusi dari pemerintah ataupun pihak lain,” katanya.
Ia berharap UKT ini menjadi perhatian dan tolak ukur bagi pengurus serta atlet di delapan kabupaten, sekaligus berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui olahraga taekwondo.
Menurut Moses, UKT merupakan tahap awal dalam mempersiapkan atlet mengikuti seleksi dan kategori event mendatang. Salah satu syarat utama yang harus dipenuhi atlet adalah tingkatan sabuk.
“Persyaratan mengikuti event tidak semudah yang dibayangkan. Setiap atlet wajib memenuhi kriteria sesuai ketentuan event,” ujarnya.
Kategori atlet yang mengikuti UKT meliputi pelajar tingkat dasar, pelajar pertama, pelajar menengah, serta kategori mahasiswa dan umum.
“Kami mempersiapkan atlet seoptimal mungkin agar dapat ambil bagian dalam event-event yang akan diselenggarakan di luar Provinsi Papua Pegunungan,” kata Moses.
Ia menambahkan, pada prinsipnya UKT seharusnya dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten melalui KONI atau pengurus Taekwondo Indonesia kabupaten. Namun, karena keterbatasan, pelaksanaan UKT kali ini masih sepenuhnya ditangani oleh pengurus provinsi".pungkasnya
Sementara itu, Ketua Panitia UKT Taekwondo Indonesia Provinsi Papua Pegunungan, Yosekat Kogoya, S.Km mengatakan kegiatan ini merupakan UKT pertama yang digelar untuk cabang olahraga taekwondo di Provinsi Papua Pegunungan.
Ia menyebutkan bahwa dirinya hanya dipercaya sebagai ketua panitia untuk pelaksanaan UKT kali ini.
“Dalam tiga atau enam bulan ke depan akan dilaksanakan UKT berikutnya dengan kepanitiaan yang berbeda,” ujar Yosekat.
Menurutnya, UKT berperan penting dalam menyeleksi kualitas atlet muda, khususnya dalam kesiapan mereka mengikuti open tournament, kejuaraan daerah, kejuaraan nasional, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Yosekat menjelaskan bahwa sebelumnya pembinaan taekwondo masih berada di bawah Provinsi Papua induk. Setelah terbentuknya Provinsi Papua Pegunungan, pembinaan atlet harus dipersiapkan secara mandiri sejak dini.
“Ujian ini dilakukan agar atlet dapat naik tingkat. Ada yang naik ke sabuk kuning, hijau, biru, dan lainnya sesuai penilaian pelatih. Ini murni swadaya, hasil inisiatif pengurus,” katanya.
Ia menambahkan, setelah kepengurusan KONI terbentuk di delapan kabupaten, program pembinaan olahraga mulai berjalan dengan lebih baik.
“Ke depan akan lebih baik lagi. Kami akan menyelenggarakan kegiatan serupa hingga ke tingkat kabupaten,” ujarnya.
Terkait jumlah peserta, Yosekat menyebutkan lebih dari 80 atlet terdaftar. Namun, sementara ini baru sekitar 50 peserta yang mengikuti UKT, sedangkan peserta lainnya akan menyusul setelah melengkapi persyaratan administrasi karena akan menerbitkan sertifikat.
Saat ini, taekwondo di Provinsi Papua Pegunungan memiliki tujuh dojang (klub), antara lain WTC,STC, wisilimo, Limo, Sapalek, kama dan UNIBa serta beberapa dojang lainnya.
“Kami sudah membuktikan kemampuan dengan meraih medali emas, perak, dan perunggu di berbagai event. Ini menjadi motivasi untuk terus maju,” katanya.
Yosekat berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan delapan kabupaten, mengingat taekwondo dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda agar terhindar dari dampak negatif globalisasi.
“Melalui taekwondo, kita bisa mengembangkan potensi generasi muda Papua Pegunungan dan mempersiapkan sumber daya manusia yang andal di masa depan,” tutupnya
Inggi kogoya

