Pengikut

Kearifan Lokal Tradisi Kebersamaan Dalam Ngunduh Mantu Revy-Eli, Merajut Silaturahmi Antar Keluarga dan Insan Pers

Redaksi
Januari 25, 2026 | Januari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T12:14:06Z
Cirebon, detiksatu.com || Tradisi Ngunduh Mantu kembali menjadi bagian penting dalam rangkaian pernikahan adat Jawa yang sarat makna kebersamaan. Keluarga besar mempelai pria menggelar acara Ngunduh Mantu bagi pasangan Revy Maghriza, S.T., dan Eli Akmalia pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di kediaman keluarga Revy di Blok Tempuran RT 23/RW 06, Desa Warugede, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.

Acara tersebut berlangsung dalam suasana hangat, sederhana, namun penuh kekeluargaan. Sejak pagi hari, sanak saudara, kerabat, tetangga, serta tamu undangan dari berbagai daerah berdatangan untuk menyampaikan ucapan selamat dan doa restu kepada pasangan pengantin yang baru saja mengikat janji suci pernikahan.
Ngunduh Mantu dimaknai bukan sekadar seremoni pascapernikahan, melainkan bentuk penghormatan keluarga mempelai pria kepada lingkungan tempat tinggal sekaligus ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya pernikahan dengan lancar. Tradisi ini juga menjadi ruang temu sosial yang mempererat hubungan antar keluarga besar serta masyarakat sekitar.

Ayah mempelai pria, Agus, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Ngunduh Mantu merupakan wujud keterbukaan keluarga kepada masyarakat. Menurutnya, kebahagiaan keluarga tidak terlepas dari dukungan lingkungan dan relasi sosial yang telah terjalin selama ini.

“Melalui Ngunduh Mantu, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menjaga silaturahmi dengan keluarga, tetangga, dan sahabat. Ini juga menjadi doa bersama agar rumah tangga anak kami berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menariknya, acara tersebut juga dihadiri perwakilan dari Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Kehadiran ini mencerminkan hubungan baik yang terbangun antara keluarga mempelai pria dengan kalangan insan pers, khususnya di wilayah Jakarta Timur.

Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengutus Michael J. Manurung sebagai perwakilan resmi untuk menghadiri undangan tersebut. Kehadiran perwakilan organisasi profesi wartawan itu menjadi simbol penghargaan atas undangan yang diberikan serta bentuk dukungan moral kepada keluarga mempelai.

Ketua Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Erfan Pratama, menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung. Meski demikian, ia menegaskan bahwa doa terbaik tetap disampaikan kepada pasangan pengantin.
“Semoga Revy dan Eli menjadi pasangan yang saling menguatkan, membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, serta diberikan keberkahan dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Erfan dalam pesan tertulisnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Pokja PWI Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Fahmy Nurdin, juga menyampaikan ucapan selamat dan doa meski berhalangan hadir. Ia berharap rumah tangga yang dibangun pasangan muda tersebut dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga kedua mempelai senantiasa diberi kebahagiaan, dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholehah, serta mampu menjadi kebanggaan keluarga dan lingkungan sekitarnya,” ungkap Fahmy.
Sebelumnya, pasangan Revy Maghriza, S.T., putra pertama dari pasangan Agus dan Yeni Yulianti, resmi menikahi Eli Akmalia, putri ketujuh dari Komaruddin dan Siti Nuryati.

Akad nikah dan resepsi pernikahan telah dilangsungkan secara khidmat pada Jumat, 16 Januari 2026, di Taman Aviah Bogor, kawasan Nirwana Residence.

Prosesi akad nikah dilaksanakan sesuai tuntunan agama, disaksikan oleh keluarga besar kedua mempelai serta para tamu undangan. 

Resepsi yang digelar setelahnya berlangsung tertib dan penuh kehangatan, mencerminkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang dijunjung tinggi oleh kedua keluarga.

Dengan terlaksananya rangkaian pernikahan hingga Ngunduh Mantu, Revy Maghriza dan Eli Akmalia resmi memulai babak baru dalam kehidupan berumah tangga. 

Dukungan keluarga, sahabat, serta lingkungan sosial diharapkan menjadi pondasi kuat bagi keduanya untuk menjalani kehidupan pernikahan dengan tanggung jawab, saling menghormati, dan berlandaskan nilai keimanan.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kearifan Lokal Tradisi Kebersamaan Dalam Ngunduh Mantu Revy-Eli, Merajut Silaturahmi Antar Keluarga dan Insan Pers

Trending Now