Jakarta, detiksatu.com || Menteri Koordinator (Menko) bidang perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pesan khusus Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada para investor pasar modal Indonesia. Pesan tersebut menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat dan tangguh di tengah dinamika serta ketidakpastian ekonomi global, sekaligus menekankan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang transparan, adil, dan berdaya saing internasional.
Dalam keterangannya Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan kepercayaan investor, baik domestik maupun internasional, tetap terjaga. Menurutnya, pemerintah menyadari pentingnya stabilitas pasar keuangan sebagai salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Pesan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) untuk pasar modal, pesan Beliau kepada para investor domestik, mitra internasional, dan seluruh rakyat Indonesia, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh,” ujar Airlangga Hartarto.
Airlangga menuturkan, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus hadir dan berdiri teguh di belakang pasar keuangan nasional. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk mendorong perbaikan berkelanjutan di sektor pasar modal melalui penguatan regulasi, peningkatan transparansi, serta tata kelola yang sejalan dengan standar global.
“Pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan kita dan kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan, adil, dan berkelas dunia,” ujar Menko Airlangga, mengutip pesan Presiden Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kondisi pasar modal domestik yang sempat mengalami tekanan cukup signifikan. Tekanan ini dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait hasil review dan rebalancing saham-saham Indonesia dalam indeks global, yang berdampak pada arus dana dan pergerakan harga saham di dalam negeri.
Data perdagangan menunjukkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam dalam beberapa hari terakhir. IHSG tercatat turun dari level 8.980,23 pada penutupan perdagangan Selasa (27/1/2026) menjadi 8.232,20 pada penutupan Kamis (29/1/2026).
Meski demikian, pada perdagangan Jumat (30/1/2026), IHSG mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan ditutup menguat di posisi 8.329,61.
Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah bergerak cepat untuk meredam sentimen negatif di pasar. Salah satu langkah strategis yang diumumkan adalah percepatan penyelesaian aturan terkait demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang ditargetkan dapat diproses dan mulai dijalankan pada tahun ini.
Airlangga menjelaskan bahwa demutualisasi BEI merupakan langkah penting dan strategis untuk memperkuat struktur pasar modal Indonesia. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan tata kelola, memperluas akses investasi, serta meminimalkan potensi benturan kepentingan di dalam penyelenggaraan bursa.
“Demutualisasi bursa ini juga akan membuka investasi. Tahapannya itu sebetulnya sudah masuk di dalam Undang-Undang P2SK (Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan),” kata Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Selain itu, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) juga tengah menyiapkan penyesuaian aturan terkait batas minimal kepemilikan saham publik atau free float. Batas free float yang sebelumnya ditetapkan sebesar 7,5 persen akan dinaikkan menjadi 15 persen, dengan target implementasi mulai Februari 2026.
Penyesuaian aturan free float ini dinilai penting untuk meningkatkan likuiditas saham, memperkuat struktur kepemilikan perusahaan terbuka, serta menarik minat investor jangka panjang. Dengan likuiditas yang lebih baik dan struktur pasar yang lebih sehat, diharapkan pasar modal Indonesia dapat semakin dipercaya dan kompetitif di tingkat regional maupun global.
Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis pasar modal Indonesia akan semakin kuat dan resilien. Komitmen terhadap reformasi struktural, kepastian regulasi, serta perlindungan investor diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Red-Ervinna

