Medan - detiksatu.com II Miris Tanaman bunga yang terletak Pulau jalan mengalami kekeringan sehingga tidak adanya perawatan dari dinas terkait, sehingga bunga bunga tersebut menjadi mati, terlihat dari sepanjang jalan aksara simpang Wahidin sampai simpang aksara.
Dimana bunga yang ditanamkan di pulau jalan tidak terlihat, serta mengalami kegundulan dan pengerasan tanah, efek tidak adanya perawatan terhadap tanaman, sehingga Estetika Taman menjadi gersang, dan tidak rapi, dan Lingkungan Tanaman Menjadi mati menyebabkan hilangnya penyaring polusi dan peneduh di jalan raya.
Terkait adanya Pembiaran dan tidak kepedulian dinas SDABMBK Kota Medan melalui UPT Wilayah tentang perawatan taman bunga di pulau jalan mendapatkan Kritikan keras dari anggota komisi IV fraksi PAN Edwin Sugesti.
Edwin menyatakan bahwa anggaran taman ini pasti ada dan menggunakan APBD.sehimgga Edwin mempertanyakan kemana anggaran pemeliharan taman kota.
Disaat melakukan penanaman bunga pastinya anggaran Tersebut keluar.
Lanjut Edwin, jika taman kota ini tidak dirawat dan tidak di pelihara, pastinya taman ini akan mati serta juga Menghabiskan dan menghamburkan uang APBD, jika Ditaman namun tidak di rawat jelas menghambur hambur kan uang APBD,Terang Edwin Kepada wartawan.
Terkait tidak adanya perawatan tanaman bunga tersebut, bisa menimbulkan kurangnya fungsi penghijauan dan keindahan kota. Pemeliharaan yang tepat meliputi penyiraman rutin, pemangkasan, dan pemilihan jenis tanaman yang tahan cuaca,
Pemerintah kota Medan bertanggung jawab penuh atas perlindungan dan kelestarian pohon di tepi jalan. Serta adanya Perawatan rutin sangat penting untuk memastikan tanaman di pulau jalan dapat memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan perkotaan.
Reporter : Habib

