Gayo Lues, detiksatu.com || Komitmen TNI dalam menjaga ketahanan pangan nasional terus dibuktikan di tingkat akar rumput. Babinsa Koramil 10/Pantan Cuaca, Koptu Ismail, turun langsung ke sawah membantu masyarakat binaannya memanen padi di lahan milik Pak Anwar, Desa Kuning Kurnia, Kecamatan Pantan Cuaca, Senin (09/02/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar simbolik. Ini aksi nyata. Dari lumpur sawah, dari keringat petani, dari kebersamaan yang tumbuh tanpa jarak. Koptu Ismail terlihat ikut memanen padi bersama warga, membaur tanpa sekat, bekerja tanpa basa-basi.
“Ini bagian dari tugas kami sebagai Babinsa. Mendukung ketahanan pangan bukan hanya lewat kata-kata, tapi lewat tindakan. Kami hadir, bekerja bersama, dan menjadi bagian dari proses,” ujar Koptu Ismail.
Ia menegaskan bahwa peran Babinsa tidak berhenti di masa panen saja. Mulai dari pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga panen, semua menjadi ruang pengabdian yang dijalani bersama petani desa binaan.
Lebih dari sekadar membantu tenaga, kehadiran Babinsa di sawah memberi energi moral bagi para petani. Ada semangat, ada rasa ditemani, ada keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendiri.
Kebersamaan di tengah sawah ini menciptakan ikatan sosial yang kuat—kedekatan, kekeluargaan, dan rasa saling percaya antara TNI dan masyarakat. Inilah wajah nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat: sederhana, membumi, dan berdampak langsung.
Ketahanan pangan bukan jargon. Ia tumbuh dari tanah, dari kerja kolektif, dari solidaritas. Dan hari ini, di sawah Desa Kuning Kurnia, nilai itu hidup.
(Reporter Kang Juna)

