Karawang, detiksatu.com || Skandal dugaan pungutan liar (pungli) dalam program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di desa telukbango kecamatan Batujaya kabupaten Karawang patut menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Pasalnya progrm (PTSL) yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas sertifikat tanah secara gratis kepada masyarakat, justru menjadi ajang pungutan berdalih kesepakatan yang dibebankan kepada para pemohon. Rabu 4/2/2026.
Dugaan penyimpangan biaya mengurus sertifikat tanah didesa telukbango mencapai Rp 2,5 Jt untuk satu bidng lahan tanah darat melebihi batasan biaya yang diatur dalam surat keputusan bersama (SKB). 3 menteri.
Akan tetapi beda hal nya yang terjadi di Desa telukbango, kecamatan batujaya kabupaten Karawang, dalam hal pembuatan sertipikat Di tahun 2024, mendapatkan program (PTSL) ,dan terdiri dari tanah darat dan tanah sawah,akan tetapi biaya yang di kenakan kepada salah seorang pemohon dari satu bidang tanah darat mencapai jutaan Rupiah,
Hal ini di keluhkan salah satu pemohon AM, dalam membuat sertifikat tanah,mencapai Rp.2,5 Jt,untuk satu bidang tanah darat.pada hal dari pemerintah tidak mencapai sebesar itu.
dengan terpaksa kami menuruti nya walaupun biaya tersebut sangat mencekik ucap nya,
Di tempat terpisah orang tua AM,secara terang terangan menyampaikan saya juga di pinta Rp.1,5 JT.untuk satu bidang lahan darat,tapi belum kasih,dan sampai sekarang sertifikat saya belum jadi.
Sementara anak saya AM,sudah memberikan Rp. 2,5 JT.ke salah satu kepala dusun Kramat jaya, EM,.dan memang sertifikat anak saya sudah jadi.
Kepala desa Telukbango , juga pernah menyampaikan ke saya,untuk pembuatan sertifikat tanah,di intruksikan ke jajaran perangkat desa,hanya Rp.500 ribu.tandas nya.
Di tempat terpisah kepala dusun Kramat jaya,EM,bantah dengan apa yang di katakan warga salah satu pemohon,itu tidak benar pak,kallau sampai saya meminta Rp.2,5 JT.saya pingin tahu siapa orang nya,saya hanya sebatas pendataan berkas saja,selanjut nya saya serahkan ke pemerintah desa Telukbango.
Sampai berita ini terbit belum ada klarifikasi dari kepala desa telukbango.karena Sangat sulit untuk di temui.(Red)

