Bersatu dalam Munajat Untuk Keselamatan Bangsa, Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030, Puluhan Ribu Jamaah Padati Istiqlal

Redaksi
Februari 07, 2026 | Februari 07, 2026 WIB Last Updated 2026-02-07T06:48:05Z
Jakarta, detiksatu.com || Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara pengukuhan dan perkenalan (ta’aruf) Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Periode 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu pagi (7/2/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” dan dihadiri puluhan ribu jamaah dari berbagai lapisan masyarakat.
Presiden Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 10.00 WIB, didampingi sejumlah anggota Kabinet Merah Putih, antara lain Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Kehadiran Presiden disambut hangat oleh para ulama dan tokoh nasional yang telah hadir lebih dahulu di Masjid Istiqlal.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo yang didampingi Menteri Agama Nasaruddin Umar langsung menghampiri jajaran pimpinan MUI yang berada di barisan depan. Presiden tampak menyalami satu per satu para ulama dengan penuh keakraban dan rasa hormat. Di deretan pimpinan MUI tersebut turut hadir Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Usai bersalaman, Presiden Prabowo menuju tempat duduk yang telah disediakan. Presiden duduk diapit oleh Ketua Umum MUI K.H. M. Anwar Iskandar dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid. Dalam kegiatan ini, Nusron Wahid bertindak sebagai Ketua Panitia Acara “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa”, sekaligus menjabat sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI.

Acara pengukuhan pengurus MUI periode 2025–2030 tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga negara, ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, tokoh masyarakat, serta perwakilan pondok pesantren dan majelis taklim dari berbagai wilayah.

Dalam laporannya sebagai Ketua Panitia, Nusron Wahid menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Ia mengungkapkan jumlah jamaah yang hadir mencapai lebih dari 58.000 orang.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 58.000 jamaah dari berbagai lapisan. Mereka berasal dari pengurus MUI se-Jabodetabek, pengurus pondok pesantren se-Jabodetabek, serta majelis taklim se-Jabodetabek yang para pimpinannya hadir langsung di tengah-tengah kita semua,” ujar Nusron.

Lebih lanjut, Nusron menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar silaturahmi atau seremoni pengukuhan kepengurusan semata. Menurutnya, kegiatan doa bersama ini merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual, persatuan umat, serta kepedulian sosial, khususnya di tengah berbagai ujian yang tengah dihadapi bangsa Indonesia.
“Bangsa Indonesia saat ini menghadapi berbagai cobaan, mulai dari bencana banjir bandang hingga tanah longsor di sejumlah wilayah. 

Dalam kondisi seperti ini, bangsa kita membutuhkan penguatan spiritual, kebersamaan, dan empati sosial. 
Doa Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa ini menjadi ikhtiar batiniah sekaligus pesan persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Nusron.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa untuk senantiasa menjaga keseimbangan alam. Menurutnya, alam semesta beserta isinya adalah ciptaan Allah SWT, sementara manusia hanya diberi amanah untuk merawat dan menjaganya, bukan bersikap sombong dan takabur.

Sejak pagi hari, puluhan ribu jamaah telah memadati kompleks Masjid Istiqlal. Berdasarkan pantauan di lokasi, jamaah mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB, bahkan sebagian telah hadir sejak waktu subuh. Jamaah memenuhi ruang utama masjid hingga meluber ke lantai empat dan lima.

Mayoritas jamaah mengenakan busana muslim serba putih, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh kekhusyukan. Rangkaian doa bersama berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan, mencerminkan harapan besar seluruh elemen bangsa akan keselamatan, persatuan, dan keberkahan bagi Indonesia.

Pengukuhan Pengurus MUI Periode 2025–2030 ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran ulama sebagai mitra strategis pemerintah, menjaga persatuan umat, memberikan bimbingan moral dan spiritual, serta mendukung pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Red–Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bersatu dalam Munajat Untuk Keselamatan Bangsa, Presiden Prabowo Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030, Puluhan Ribu Jamaah Padati Istiqlal

Trending Now