Jakarta, detiksatu.com || Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong para pelajar Indonesia untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Menurutnya, hal tersebut menjadi sangat penting di tengah dinamika dunia global yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, khususnya dalam bidang politik, ekonomi, dan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan Bima Arya saat menjadi pembicara pada kegiatan Sekolah Bogor Raya Model United Nations (SBRMUN) 2026 yang diselenggarakan di Sekolah Bogor Raya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/1/2026). Acara ini diikuti oleh ratusan pelajar dari berbagai sekolah yang berperan sebagai delegasi negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam sambutannya, Bima Arya menegaskan bahwa dunia saat ini telah mengalami perubahan besar yang ditandai dengan munculnya berbagai kekuatan baru di tingkat global. Perubahan tersebut, kata dia, membuat peta geopolitik dunia menjadi semakin kompleks dan dinamis.
“Dunia hari ini tidak lagi sama dengan dunia 10 atau 20 tahun yang lalu. Kekuatan global bergeser, aktor-aktor baru bermunculan, dan ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian kita,” ujar Bima.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk memiliki pemahaman geopolitik yang luas, kemampuan berpikir kritis, serta daya adaptasi yang tinggi. Ia menilai pelajar tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu membaca perubahan zaman dan meresponsnya secara bijak.
Lebih lanjut, Bima mengulas tantangan global yang ditandai dengan pesatnya disrupsi teknologi serta kemunculan aktor-aktor baru di luar struktur konvensional, baik dalam bidang politik, ekonomi, maupun budaya populer.
Fenomena ini, kata dia, menunjukkan bahwa kepemimpinan di masa depan tidak selalu lahir dari jalur tradisional seperti partai politik atau institusi pemerintahan.
“Sekarang kita melihat tokoh-tokoh dengan latar belakang nonpolitik bisa menjadi pemimpin dan memiliki pengaruh besar. Media sosial dan platform digital juga sangat menentukan bagaimana opini publik terbentuk,” jelasnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat menilai dan memilih pemimpin. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami etika digital, komunikasi publik, serta tanggung jawab moral dalam menggunakan teknologi.
Bima juga mengingatkan bahwa Indonesia saat ini berada di persimpangan jalan menuju visi besar Indonesia Emas 2045, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi dan keluar dari jebakan pendapatan menengah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, khususnya kepemimpinan generasi muda.
“Adik-adik sekalian, Anda adalah pemimpin di tahun 2045. Apa yang Anda lakukan hari ini akan menentukan wajah Indonesia di masa depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menekankan bahwa karakter merupakan fondasi utama dalam kepemimpinan, bahkan lebih penting daripada kompetensi semata. Ia menyebutkan bahwa ilmu pengetahuan dan keterampilan dapat dipelajari, tetapi karakter harus dibangun melalui proses panjang, konsistensi, dan integritas.
“Saya selalu percaya ada dua hal yang menentukan nasib seseorang. Yang pertama adalah kompetensi ilmu, sains, dan pengetahuan Anda. Yang kedua, yang tidak kalah penting, adalah karakter,” katanya.
Ia menilai kegiatan Model United Nations (MUN) menjadi sarana yang sangat strategis bagi pelajar untuk melatih kepemimpinan, kemampuan berdialog, berpikir diplomatis, serta menghadapi perbedaan pandangan secara dewasa dan konstruktif.
“Di sini Anda belajar mendengar, bernegosiasi, dan menghormati perbedaan. Itu semua adalah bekal penting untuk menjadi pemimpin yang mampu menyatukan, bukan memecah belah,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Bima Arya menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan peserta SBRMUN 2026. Ia optimistis bahwa para pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut berada di jalur yang tepat untuk menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berkarakter kuat.
“Percayalah, Anda berada di jalan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Anda berada di jalan untuk menjadi seseorang yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter,” pungkasnya.
Red-Ervinna

