Foto: Bupati Lembata Petrus Kanisius
Tuaq (dok. EB)
Lembata, NTT, detiksatu.com || Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyebutkan bahwa pasaran kambing dari Kabupaten Lembata ke Makassar, Sulawesi Selatan mencapai rata-rata sekitar 4.000an ekor per tahun.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada acara Launching NTT Mart by Dekranasda Lembata, di CWC, Jalan Trans Lembata, Kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Kamis (5/2/2026)
“Kemudian ada bukit ruminansia, kambing. Itu juga dalam waktu dekat kita lonsing (launching). Pasaran kambing kita setiap tahun rata-rata sekitar empat ribuan ekor ke Makassar,” ujar Bupati Kanis Tuaq.
Selain pengembangan kambing, Bupati Lembata juga mengungkapkan adanya program strategis lain yang tertuang dalam RPJMD, yakni Bukit Hog, yang difokuskan pada pengembangan ternak babi.
“Bukit Hog itu, kemarin Pak Hadi Ketua Pemuda NTT hadir bersama perusahaan dari Timor Leste untuk melihat kita punya ternak babi yang ada di sini, untuk kita pasarkan ke Timor Leste dalam rencana kita,” kata Bupati Kanis Tuaq di hadapan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Ia menjelaskan, Bukit Hog akan berfungsi sebagai tempat penampungan babi dari masyarakat, yang kemudian diproses sebelum dikirim ke Timor Leste.
“Bukit Hog ini menampung babi dari masyarakat, setelah itu kita proses selanjutnya lalu kita kirim,” jelasnya.
Namun, Bupati Lembata menegaskan bahwa yang dipasarkan ke Timor Leste adalah babi lokal.
“Memang yang kita jual itu lokalnya. Istilah ayam potong dan ayam kampung. Jadi yang kita jual kampungnya. Kalau kita jual babi banpres, babi turunan durox dan sebagainya, ini kita tidak bisa lawan,” katanya.
Bupati Kanis Tuaq juga mengungkapkan bahwa pihak perusahaan dari Timor Leste mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pakan ternak.
“Sehingga, perusahaan dari Timor Leste mengingatkan kita untuk jaga pakan yang ada, tidak boleh pakai pakan toko. Jadi ada jagung, tepung ikan, ada protein, macam-macam itu, kita punya pakannya harus dijaga,” ungkapnya.
Selain sektor peternakan, Bupati Lembata turut memaparkan program strategis lainnya, seperti bengkel alsintan gratis.
“Seluruh alat-alat pertanian di Lembata yang rusak diperbaiki di Bengkel Alsintan, tapi gratis,” ujarnya.
Program tersebut, lanjutnya, bertujuan agar petani dapat memperluas usaha pertaniannya.
“Sehingga apa, petani bisa ekspansi usahanya. Jadi ada mesin untuk buat bedeng sayur. Di Lembata itu tanam sayur sedikit karena buat bedengnya kecil-kecil,” jelasnya.
Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan mesin untuk membuat bedeng timbul dan bedeng tenggelam sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan pertanian.
“Oleh karena itu, kita buat mesin untuk membuat bedeng timbul dan bedeng tenggelam. Semuanya ini untuk mendukung MBG,” tandas Bupati Kanis Tuaq.
Dalam kesempatan itu Bupati Kanis juga mengatakan bahwa dari seluruh Bupati yang ada di NTT, hanya Bupati Lembata yang berani proteksi ayam dari luar.
"Jadi saat ini, ayam beku kita proteksi. Bukan kita larang, kita mengatur, pemerintah mengatur. Nanti peternak lokal bisa mati ekonominya," tegasnya.
Reporter: Emanuel Boli.

