Bursa Cawapres 2029 Menghangat, Teddy Indra Wijaya dan Sugiono Disebut Kandidat Potensial

Februari 18, 2026 | Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T23:59:09Z
Jakarta, detiksatu.com || Teddy Indra Wijaya dan Sugiono dinilai berpeluang jadi cawapres Prabowo di pilpres 2029.  Dinamika politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai menunjukkan geliatnya. Sejumlah nama digadang-gadang berpotensi menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto.

Pengamat politik Arifki Chaniago memprediksi bahwa Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memiliki peluang signifikan untuk menjadi kandidat kuat cawapres pada Pilpres 2029 mendatang.
Menurut Arifki, bursa cawapres untuk Prabowo tidak hanya terbatas pada nama-nama populer yang selama ini kerap disebut dalam berbagai survei dan diskursus publik. 

Ia menilai, peta politik masih sangat dinamis dan terbuka bagi figur-figur alternatif yang memiliki kedekatan politik sekaligus kapasitas teknokratis.
“Persaingan kursi Cawapres tidak hanya Gibran dengan AHY, Cak Imin, Zulhas, maupun Pramono Anung,” kata Arifki, Selasa (17/2/2026).

Nama-nama yang dimaksud Arifki antara lain Gibran Rakabuming Raka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Zulkifli Hasan (Zulhas), serta Pramono Anung.

Namun, Arifki melihat adanya potensi munculnya kandidat alternatif yang bisa memanaskan persaingan, terutama dari kalangan internal pemerintahan yang memiliki hubungan dekat dengan Prabowo.

Teddy Indra Wijaya Dinilai Punya Keunggulan Kedekatan

Secara khusus, Arifki menyoroti sosok Teddy Indra Wijaya. Ia menilai, posisi strategis Teddy sebagai Sekretaris Kabinet memberi keuntungan tersendiri, terutama dari sisi akses, komunikasi, dan kepercayaan langsung dengan Presiden.
“Sosok Teddy bisa saja membuat perebutan kursi Cawapres Pilpres 2029 lebih panas,” ujarnya.

Menurut Arifki, faktor kedekatan personal dan loyalitas sering kali menjadi variabel penting dalam penentuan pasangan capres-cawapres. Dalam konteks ini, Teddy dinilai memiliki modal politik yang tidak kecil, meski namanya belum sepopuler figur-figur partai besar.
Selain Teddy, Arifki juga menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai salah satu opsi menarik. Dengan latar belakang teknokratis dan pengalaman mengelola kebijakan fiskal, Purbaya dianggap bisa memperkuat citra stabilitas ekonomi jika dipasangkan dengan Prabowo.

Sugiono dan Dimensi Diplomasi Global

Nama Sugiono juga masuk dalam radar analisis Arifki. Sebagai Menteri Luar Negeri, Sugiono dinilai memiliki keunggulan dalam aspek diplomasi dan jejaring internasional.

Dalam konteks geopolitik yang semakin kompleks, figur dengan pengalaman diplomasi dianggap dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Arifki menilai, pengalaman Sugiono dalam membangun relasi strategis dengan berbagai negara mitra dapat menjadi nilai tambah dalam kontestasi Pilpres 2029. Apalagi, isu-isu global seperti ketahanan energi, keamanan kawasan, dan transformasi ekonomi digital diperkirakan masih menjadi agenda utama pemerintahan mendatang.

Belajar dari Pilpres 2019

Analisis Arifki juga didasarkan pada rekam jejak Prabowo dalam memilih pasangan pada kontestasi sebelumnya. Pada Pilpres 2019, Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden. Saat itu, Sandiaga merupakan kader Partai Gerindra dan dikenal sebagai figur yang memiliki kedekatan politik serta kesamaan visi dengan Prabowo.
Menurut Arifki, pola tersebut bisa menjadi indikator bahwa Prabowo cenderung mempertimbangkan faktor kepercayaan dan loyalitas dalam menentukan pendampingnya. Hal ini dinilai memberi peluang bagi figur-figur yang berada dalam lingkaran strategis pemerintahan.
“Pengalaman Pilpres 2019 menunjukkan bahwa faktor kedekatan dan chemistry politik sangat menentukan. Itu bisa menjadi keuntungan bagi figur seperti Teddy,” jelasnya.

Peta Politik Masih Terbuka

Meski demikian, Arifki mengingatkan bahwa dinamika politik menuju 2029 masih sangat panjang dan penuh kemungkinan. Konstelasi koalisi partai, elektabilitas dalam survei, hingga faktor momentum politik akan sangat menentukan arah akhir pencalonan.

Ia juga menekankan bahwa kompetisi internal di antara kandidat potensial bisa menjadi faktor yang memperkaya demokrasi, sekaligus memanaskan suhu politik nasional.
Dengan berbagai variabel yang ada, bursa cawapres 2029 diperkirakan akan menjadi arena persaingan yang ketat, tidak hanya di antara tokoh-tokoh partai besar, tetapi juga figur-figur teknokrat dan lingkar dalam kekuasaan.

Seiring berjalannya waktu, publik akan melihat bagaimana manuver politik, konsolidasi partai, serta dinamika elektoral membentuk pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilpres 2029. Untuk saat ini, nama-nama seperti Teddy Indra Wijaya dan Sugiono menjadi bagian dari daftar figur yang dinilai berpotensi mengubah peta persaingan menuju kontestasi lima tahunan tersebut.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bursa Cawapres 2029 Menghangat, Teddy Indra Wijaya dan Sugiono Disebut Kandidat Potensial

Trending Now