Diduga Pembakaran Spontan, Asap Pekat Keluar dari Tambang Batu Bara KM 171 Satui Barat, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Februari 20, 2026 | Februari 20, 2026 WIB Last Updated 2026-02-20T08:23:11Z
Kalimantan, detiksatu.com || Kepulan asap tebal tiba-tiba muncul dari dalam galian tambang batu bara di Kilometer 171, Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan,  (18/2/2026) pagi. Fenomena tak biasa ini sontak memicu keresahan warga yang khawatir terhadap dampak kesehatan hingga potensi bahaya yang lebih besar.

Asap berwarna hitam pekat bercampur putih terlihat membumbung tinggi dari dasar lubang tambang yang curam dan dalam. Dari kejauhan, kepulan tersebut menyerupai letusan kecil dari perut bumi. Meski tidak tampak kobaran api secara kasat mata, intensitas asap yang keluar terus-menerus menimbulkan dugaan adanya kebakaran di bawah permukaan tanah.

Peristiwa ini dengan cepat menjadi perbincangan luas,  terlihat asap keluar dari area tambang terbuka yang lokasinya tidak jauh dari jalan raya serta akses yang biasa dilalui masyarakat.

Warga Resah, Cemas Dampak Kesehatan dan Keselamatan

Sejumlah warga mengaku telah mencium aroma menyengat saat melintas di kawasan tersebut, bahkan sebelum kepulan asap terlihat jelas. Bau tersebut disebut menyerupai material terbakar dan cukup mengganggu pernapasan.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan ancaman serius bagi masyarakat sekitar.
“Kami khawatir ini bukan kejadian biasa. Kalau benar ada kebakaran di bawah tanah, bagaimana dampaknya bagi kesehatan kami? Anak-anak setiap hari melewati jalan itu,” ujarnya.

Kekhawatiran warga tidak hanya terkait gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk, dan iritasi mata. Mereka juga mencemaskan kemungkinan terjadinya ledakan gas atau kebakaran lebih besar apabila sumber asap tersebut tidak segera diidentifikasi dan ditangani secara profesional.
Beberapa warga berharap ada pemeriksaan kualitas udara untuk memastikan apakah paparan asap mengandung zat berbahaya. Mereka juga meminta adanya pemberitahuan resmi agar masyarakat tidak hanya bersandar pada informasi yang beredar di media sosial.

Dugaan Pembakaran Spontan Batu Bara

Secara teknis, kemunculan asap dari timbunan atau lapisan batu bara dapat terjadi akibat fenomena spontaneous combustion atau pembakaran spontan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh proses oksidasi alami pada material batu bara yang terpapar udara dalam jangka waktu tertentu. Reaksi kimia tersebut dapat meningkatkan suhu secara perlahan hingga memicu panas berlebih, bahkan tanpa sumber api dari luar.

Fenomena ini bukan hal baru di kawasan pertambangan, terutama pada area dengan cadangan batu bara terbuka dan ventilasi udara yang memungkinkan terjadinya proses oksidasi. Namun, jika tidak segera ditangani, pembakaran spontan berpotensi meluas dan sulit dikendalikan karena terjadi di bawah permukaan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti munculnya asap tersebut serta langkah penanganan yang telah atau akan dilakukan.

Sorotan terhadap Pengawasan dan Transparansi

Kawasan tambang yang tampak gersang dan minim vegetasi itu kini menjadi sorotan masyarakat. Warga berharap pihak perusahaan dan pemerintah daerah segera melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk investigasi teknis dan uji lingkungan, serta menyampaikan hasilnya secara transparan kepada publik.

Beberapa tokoh masyarakat setempat menilai pentingnya keterbukaan informasi untuk mencegah spekulasi yang berlebihan. Mereka juga menekankan perlunya langkah cepat apabila memang ditemukan potensi bahaya serius.
“Yang kami butuhkan sekarang adalah kepastian dan penjelasan resmi. Jangan sampai masyarakat terus dihantui rasa takut tanpa kejelasan,” ujar salah satu warga lainnya.

Situasi Terkini di Lokasi

Situasi di lokasi dilaporkan belum menunjukkan adanya api terbuka maupun aktivitas pemadaman yang terlihat dari luar area tambang. Asap masih tampak keluar secara berkala dari bagian dalam lubang tambang.
Belum diketahui apakah pihak pengelola tambang telah melakukan penanganan internal atau pengukuran suhu serta gas di area terdampak. 

Aparat pemerintah daerah dan instansi teknis diharapkan segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi kondisi sebenarnya.
Di tengah kekhawatiran yang berkembang, masyarakat kini menanti kepastian: apakah ini sekadar fenomena teknis yang lazim terjadi di area pertambangan, atau sinyal bahaya yang perlu segera diwaspadai dan ditangani secara darurat?

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi guna meredam spekulasi, menjamin keselamatan warga, serta memastikan bahwa aktivitas pertambangan tetap berjalan sesuai standar keselamatan dan perlindungan lingkungan yang berlaku.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diduga Pembakaran Spontan, Asap Pekat Keluar dari Tambang Batu Bara KM 171 Satui Barat, Pemerintah Diminta Turun Tangan

Trending Now