Keterangan Foto: Lapangan sepak bola
Wulandoni yang ditanami jagung hibrida
(dok.EB)
Lembata, NTT, detiksatu.com || Lapangan sepak bola di sejumlah wilayah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), umumnya tidak dapat dimanfaatkan saat musim hujan.
Kondisi lapangan biasanya dipenuhi rumput liar, lumpur, dan genangan air sehingga tidak layak digunakan untuk pertandingan. Bahkan, sebagian lapangan dibiarkan terbengkalai tanpa aktivitas.
Namun, kondisi tersebut berbeda dengan lapangan sepak bola milik Kecamatan Wulandoni.
Lapangan yang berada tepat di depan Kantor Camat Wulandoni, berhadapan dengan Puskesmas Wulandoni itu justru dimanfaatkan sebagai lahan pertanian musiman.
Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Wulandoni, Petrus L. H. M. Gowing, SE bersama jajarannya menanami lapangan tersebut dengan jagung hibrida pada awal Desember 2025. Luas lahan yang ditanami mencapai hampir satu hektare.
Petrus Gowing mengungkapkan, inisiatif tersebut terinspirasi dari praktik serupa yang dilakukan di kecamatan lain di Kabupaten Lembata.
“Camat Omesuri tanam jagung di lapangan bola kaki, Camat Nagawutung juga minta izin di EB satu (1) (Bupati Lembata, red.) untuk tanam jagung di lapangan bola kaki. Katanya, EB satu (1) bilang tanam boleh tapi tidak boleh bajak. Dari situ, oh saya punya di bawah saya akan tanam,” ujarnya saat ditemui di rumah dinasnya di Wulandoni, Senin (16/2/2026) sore.
Ia menjelaskan, lapangan tersebut tidak dibajak atau dicangkul. Penanaman dilakukan langsung meskipun masih dipenuhi rumput liar yang kemudian dicabut secara manual.
Pada awalnya, langkah menanam jagung di lapangan sepak bola itu sempat diragukan oleh warga sekitar, sejumlah kepala desa, bahkan staf kecamatan.
“Mereka tertawa sambil bilang: tanam di situ (di lapangan) hidup atau tidak?” ungkap Gowing, akrab disapa Inso Bataona.
Setelah ditanami, lanjut dia, jagung tersebut diberi pupuk jenis urea dan NPK. Meski demikian, proses memperoleh pupuk tidaklah mudah.
“Kami kewalahan mendapatkan pupuk, cuma pupuknya yang sedikit lambat. Saya harus ke Lewoleba beli pupuk,” katanya.
Kini, jagung hibrida tersebut telah berbulir dan siap memasuki masa panen. Hasil panen direncanakan akan dibagikan kepada 30 pegawai di lingkungan Kecamatan Wulandoni.
“Sekitar akhir Maret hingga April sudah bisa panen,” jelas Inso.
Selain jagung, pada tahun ini Plt. Camat Wulandoni juga berencana menanami lahan kosong di sekitar Kantor Camat dengan pisang mas sebagai bentuk dukungan terhadap program makan bergizi gratis (MBG).
“Saya sudah hubungi Kepala Desa Belobao, kalau ke sini bawa anakan pisang mas,” pungkasnya.
Tidak hanya tanaman jangka pendek, di sekitar halaman Kantor Camat Wulandoni juga telah ditanami berbagai tanaman jangka panjang, seperti kelapa dan jambu biji.
Sementara itu, AL (26), warga Kecamatan Wulandoni, mendukung langkah Plt. Camat Wulandoni yang menanam jagung di lapangan sepak bola saat musim hujan.
Ia menjelaskan bahwa jumlah pemain sepak bola di Wulandoni semakin berkurang karena sebagian warga merantau, menempuh pendidikan, dan bekerja.
Akibatnya, pada musim hujan, lapangan sepak bola Wulandoni tidak lagi dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga.
“Nantinya, saat musim kemarau, lapangan bola kaki tersebut kembali digunakan oleh warga Kecamatan Wulandoni sebagai sarana olahraga,” kata AL, Selasa (17/2/2026).
Reporter: Emanuel Boli