Serang, detiksatu.com – Kasus dugaan kekerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Kepolisian Republik Indonesia terhadap seorang pelajar hingga menyebabkan korban meninggal dunia tengah menjadi perhatian luas masyarakat Indonesia.
Merespons peristiwa tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bina Bangsa turut menyuarakan keprihatinan atas kejadian yang dinilai mencederai nilai-nilai kemanusiaan serta berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, Sabtu (21/2/2026).
Peristiwa ini menyita perhatian publik, khususnya di kalangan dunia pendidikan dan mahasiswa. Seorang pelajar yang semestinya mendapatkan perlindungan justru dilaporkan menjadi korban tindakan yang diduga dilakukan aparat berwenang. Hal tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai standar operasional prosedur, sistem pengawasan, serta akuntabilitas internal di tubuh kepolisian.
Presiden Mahasiswa BEM Universitas Bina Bangsa menegaskan bahwa mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat tidak dapat menutup mata terhadap peristiwa yang menyentuh rasa keadilan publik tersebut. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses penanganan perkara agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara terbuka dan profesional. Kebenaran atas kasus ini harus terungkap demi keadilan bagi korban, keluarga, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hukum,” ujar Presiden Mahasiswa BEM.
Selain itu, BEM juga mengajak seluruh civitas akademika untuk mengikuti perkembangan kasus melalui sumber informasi yang kredibel dan menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi. Di tengah derasnya arus informasi, mahasiswa diharapkan tetap kritis dan bijak dalam menyikapi pemberitaan.
BEM Universitas Bina Bangsa turut menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban dan berharap mereka mendapatkan pendampingan serta dukungan yang layak dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap isu kemanusiaan dan keadilan, BEM menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga prosesnya berjalan sesuai prinsip hukum dan transparansi. (Jul)