Produktivitas Kentang Kerinci Naik 8,76 Persen pada 2025, Perkuat Pasokan Regional

Redaksi
Februari 01, 2026 | Februari 01, 2026 WIB Last Updated 2026-02-01T14:05:14Z
Jakarta, detiksatu.com || Produktivitas kentang kerinci naik 8,76 persen pada 2025, perkuat pasokan regional
produktivitas komoditas kentang di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Statistik Hortikultura, produktivitas kentang tercatat naik sebesar 8,76 persen, dari sebelumnya 16,7 ton per hektare menjadi 18,2 ton per hektare.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, menjelaskan bahwa kenaikan produktivitas tersebut merupakan hasil dari kondisi iklim yang relatif mendukung selama musim tanam 2025, serta peningkatan penerapan teknologi budidaya oleh petani di wilayah dataran tinggi Kerinci.
“Sepanjang 2025, kondisi iklim cukup kondusif bagi pengembangan kentang dan komoditas sayuran umbi lainnya. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen,” ujar Radium Halis 

Peningkatan produktivitas tersebut turut mendorong kenaikan produksi dan pasokan kentang Kerinci ke pasar regional. Kabupaten Kerinci sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi kentang utama di Provinsi Jambi, dengan kawasan produksi yang tersebar di Kecamatan Kayu Aro, Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, dan Gunung Kerinci.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, sepanjang tahun 2025 produksi kentang di Kabupaten Kerinci mencapai 131.387 ton dengan luas panen sekitar 7.212 hektare.

Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Kerinci sebagai daerah penopang utama pasokan kentang di tingkat regional, khususnya untuk wilayah Sumatera.
“Kami terus mendorong perluasan akses pasar antar daerah agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan harga tetap menguntungkan bagi petani,” tambah Radium.

Selain fokus pada peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat serta pelaku usaha kentang skala nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan benih kentang melalui Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro.
Balai tersebut disiapkan sebagai pusat produksi benih kentang kelas G-nol, yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh petani penangkar untuk menghasilkan benih bermutu dan berkelanjutan.

Upaya ini diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap benih dari luar daerah serta meningkatkan efisiensi biaya produksi petani.
Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menyampaikan bahwa produksi kentang nasional saat ini berada dalam kondisi yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa produksi kentang nasional pada tahun 2025 mencapai 1.235.939 ton dengan luas panen sekitar 67.758 hektare. Produksi tersebut masih didominasi oleh kentang sayur varietas granola yang menjadi andalan konsumsi masyarakat Indonesia.
Kementerian Pertanian juga terus mendorong penguatan hilirisasi dan diversifikasi produk olahan kentang guna meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura.

Pengembangan industri pengolahan dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperluas peluang pasar, baik di dalam maupun luar negeri.
Menteri Pertanian menegaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu kunci utama dalam transformasi pertanian nasional. “Hilirisasi meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan secara langsung memperkuat kesejahteraan petani,” tegasnya.

Dengan peningkatan produktivitas, dukungan benih unggul, serta penguatan hilirisasi, Kabupaten Kerinci diharapkan dapat terus mempertahankan perannya sebagai salah satu sentra kentang unggulan nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.

Red-Ervinna
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Produktivitas Kentang Kerinci Naik 8,76 Persen pada 2025, Perkuat Pasokan Regional

Trending Now