Jakarta, detiksatu.com || Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tangerang Selatan mengikuti Aksi Damai Pelajar Vol.4 yang digelar di Alun-alun Pamulang, Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang diinisiasi komunitas Tangsel Bersatu ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus deklarasi bersama untuk menolak tawuran, bullying, dan pelecehan di kalangan pelajar.
Ketua Tangsel Bersatu, Muhammad Aprilyandi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan mempererat persatuan antarpelajar di Tangsel.
“Ini kegiatan tahunan kami. Harapannya pelajar yang sebelumnya tidak saling kenal bisa saling mengenal, yang sempat bermusuhan bisa berdamai. Kami ingin membangun kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, maraknya kasus tawuran, perundungan, dan pelecehan menjadi latar belakang utama digelarnya aksi damai tersebut. Ia menilai imbauan semata tidak cukup tanpa adanya wadah positif yang mempertemukan para siswa secara langsung.
“Mengimbau saja tidak cukup. Perlu aksi nyata dan solusi konkret. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menekan kasus-kasus tersebut,” tambahnya.
Sekitar 200 siswa dari puluhan sekolah hadir dalam kegiatan yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel. Selain deklarasi damai, acara juga diisi dengan edukasi bahaya narkoba dan diskusi ringan mengenai kekerasan di lingkungan sekolah.
Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan Abdul Rasyid yang turut hadir menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para pemuda yang tergabung dalam Tangsel Bersatu.
“Ini bentuk kolaborasi anak-anak muda yang peduli terhadap isu sosial. Pesan stop bullying, stop pelecehan, dan stop tawuran harus terus digaungkan,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, sehingga kesadaran pelajar terhadap bahaya kekerasan semakin meningkat dan lingkungan sekolah menjadi lebih aman serta kondusif.
(IRA)

