Gayo Lues - Aceh, detiksatu.com || Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terwujud nyata di Desa Gumpang Lempuh, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Babinsa Koramil 09/Putri Betung bersama personel BKO Yonif TP 855/Raksaka Dharma bergotong royong dengan masyarakat melanjutkan pembangunan jembatan gantung, Minggu (22/2/2026).
Di tengah pelaksanaan ibadah puasa Ramadan, aktivitas pembangunan tetap berjalan. Kondisi fisik yang terbatas tidak menjadi penghalang bagi personel TNI dan warga untuk terus bekerja. Pembangunan jembatan ini sepenuhnya merupakan inisiatif swadaya masyarakat, sebagai respons atas kebutuhan vital akses transportasi dan mobilitas warga desa.
Jembatan gantung tersebut dibangun untuk menghubungkan pemukiman warga dengan area perkebunan yang menjadi sumber utama penghidupan masyarakat, sekaligus membuka akses yang lebih aman menuju fasilitas sosial desa, termasuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang selama ini sulit dijangkau.
Selain berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui kemudahan distribusi hasil kebun, pembangunan ini juga memiliki nilai strategis dalam aspek sosial dan keamanan wilayah. Akses yang lebih layak mengurangi risiko kecelakaan, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara aparat teritorial dan masyarakat desa.
Salah satu personel di lokasi menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan ini bukan sekadar tugas, melainkan bentuk pengabdian.
"Puasa tidak menghalangi semangat kami untuk tetap bekerja. Gotong royong ini adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat. Jembatan ini sangat vital bagi aktivitas harian warga," ujarnya.
Pembangunan jembatan gantung tersebut akan dilaksanakan secara bertahap hingga rampung dan dapat digunakan sepenuhnya oleh masyarakat.
Kegiatan ini menjadi cerminan nyata bahwa pembangunan nasional tidak hanya lahir dari proyek besar negara, tetapi juga dari kerja kolektif desa, solidaritas sosial, dan kemitraan kuat antara TNI dan rakyat.
Sunyi dari sorotan, besar dalam dampak.
Tradisional dalam nilai, modern dalam visi.
Gotong royong bukan slogan—ia hidup, bekerja, dan membangun masa depan.
(Reporter Kang Juna)

