Skandal Plasma PT GML: Mahasiswa dan Warga Geruduk Perusahaan, Seret Dugaan 'Main Mata' Enam Kepala Desa

Redaksi
Februari 09, 2026 | Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T11:49:35Z
BangkaBelitung,detiksatu.com ||
Suasana di pintu masuk PT GML, tepatnya di kawasan Portal Kayu Besi, mendadak mencekam. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Menggugat bersama elemen mahasiswa Bangka Belitung resmi "mengepung" aktivitas perusahaan sawit tersebut pada Senin (9/2/2026).
Pantauan di lapangan, massa mulai memadati area portal sejak pagi hari. Aksi damai ini merupakan puncak kekesalan warga yang merasa dikhianati oleh janji-janji manis PT GML terkait kewajiban kebun plasma sebesar 20 persen yang hingga kini tak kunjung terealisasi.

"Jangan Bodohi Kami!"
Kalimat tegas tersebut terpampang nyata di baliho-baliho tuntutan yang dibawa massa. Ada empat poin krusial yang dilayangkan masyarakat kepada manajemen PT GML.

• Desakan agar PT GML segera menyerahkan kebun plasma tanpa alasan.

• Penolakan terhadap NOP dan CUP PT GML.

• Menolak perpanjangan HGU PT GML jika plasma tidak terealisasi.

• Tuntutan untuk menangkap direksi PT GML yang diduga melakukan praktik "main mata" dengan oknum aparat desa.

Ketua Pelaksana dari pihak mahasiswa yang menjadi korlap aksi menyatakan, kehadiran mereka adalah untuk menjadi penyambung lidah rakyat yang selama ini tersumbat. Ia mengungkapkan adanya dugaan gelap di balik mandegnya hak plasma ini.

"Kami mendengar keluh kesah warga. Ada dugaan gratifikasi terhadap enam kepala desa di sekitar wilayah operasional. Ini baru praduga tak bersalah, tapi aromanya sangat kuat. Warga sudah bosan dengan janji yang terus ditunda," tegasnya di hadapan awak media.

Ia menambahkan bahwa aksi ini adalah tindak lanjut karena mediasi sebelumnya tidak membuahkan hasil maksimal bagi rakyat. Mahasiswa menegaskan bahwa PT GML sebagai perusahaan asing harus patuh pada aturan Pemerintah Indonesia, bukan justru "membajak" hak masyarakat lokal.

"Warga tidak pernah merasakan manfaat plasma 20 persen itu. Hari ini kami tidak butuh janji, kami butuh jawaban konkret. Jika tidak, jangan salahkan jika masyarakat mengambil langkah yang lebih tegas," tambah sang orator.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan portal masuk PT GML sembari menunggu pihak manajemen keluar untuk memberikan penjelasan. Aparat kepolisian tampak berjaga di lokasi guna memastikan aksi tetap berjalan kondusif namun tetap dalam pengawalan ketat.(Ry)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Skandal Plasma PT GML: Mahasiswa dan Warga Geruduk Perusahaan, Seret Dugaan 'Main Mata' Enam Kepala Desa

Trending Now