Yerim PDIP TTS: Kami Perjuangkan Penerangan Rakyat di Nobi–nobi dan Nauleu

Redaksi
Februari 09, 2026 | Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-09T08:42:05Z

           Fhoto : Pose Yerim Yos Fallo 

NTT, detiksatu.com || Sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader partai turun ke bawah untuk bertemu rakyat, mendengarkan keluhan mereka, merasakan penderitaan mereka, dan memperjuangkan hak-hak rakyat.

Menindaklanjtui arahan tersebut, jajaran kader PDI Perjuangan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT,  melakukan kunjungan langsung ke sejumlah desa untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Pada Sabtu, 7 Februari 2026, rombongan kader PDI Perjuangan hadir di Desa Nobi–nobi, Kecamatan Amanuban Tengah setelah menerima pengaduan masyarakat terkait kondisi infrastruktur listrik yang dinilai membahayakan.

"Hari Sabtu tanggal 7 Februari 2026 kami hadir di Desa Nobi–nobi atas pengaduan masyarakat terkait tiang listrik yang menggunakan kayu dan kabel yang ditarik melewati pepohonan, yang juga mengakibatkan beberapa risiko setrum dan sangat berbahaya bagi masyarakat," kata Yerim Yos Fallo kepada detiksatu.com, Senin, 9 Februari 2026.

Setelah mendengarkan langsung keluhan warga, rombongan melanjutkan perjalanan ke Desa Nauleu. Di desa tersebut, lanjut dia, masyarakat juga menyampaikan pengaduan serupa terkait persoalan listrik.

Yos Fallo menjelaskan bahwa meskipun telah dilakukan perluasan jaringan listrik, namun hingga berbulan-bulan jaringan tersebut belum juga menyala dan belum dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Kami akan bertemu Manager PLN ULP Soe untuk menanyakan dan berdiskusi agar PLN segera memberikan solusi penerangan bagi rakyat," jelas Wakil Ketua Komisi I DPRD Timor Tengah Selatan itu.

Lebih lanjut, Yos Fallo mengungkapkan bahwa sejak Indonesia merdeka, sebagian warga di wilayah tersebut masih hidup dalam keterbatasan penerangan. Kondisi itu mendorong masyarakat untuk mengambil inisiatif swadaya.

Tepat pada tahun 2020, warga secara mandiri menarik kabel listrik dari desa tetangga, Hoi, agar aliran listrik bisa sampai ke permukiman mereka di wilayah Saukuna. 

Wilayah tersebut , sebut dia, dihuni sekitar 60 kepala keluarga, kurang lebih 200 jiwa, serta terdapat dua gereja dan satu PAUD yang dikenal dengan nama "Kebun Anggur".

Setiap tahun, kata dia, masyarakat harus kembali berswadaya mengganti tiang-tiang penyangga kayu yang telah patah dan roboh. Akibat kerusakan tersebut, kabel listrik bahkan sempat melintang di tanah. Pada tahun ini saja, sekitar 20 tiang kayu dilaporkan rusak dan harus diganti.

Dengan segala risiko yang ada, masyarakat terus bergotong royong memperbaiki jaringan listrik secara mandiri, semata-mata agar pada malam hari mereka tetap bisa mendapatkan penerangan seperti masyarakat di wilayah lain," kata Yerim.

Melihat foto dan video kondisi tersebut yang beredar, Yerim Yos Fallo mengaku membangun komunikasi dan langsung turun ke lokasi.

"Sebagai anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, saya mengajak serta kawan saya anggota DPRD Piter Kefi dan salah satu Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan, Bapak Anis Oematan. Di sana kami mendengarkan langsung keluhan dan harapan mereka," ujarnya.

Ia menegaskan pihaknya akan memperjuangkan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik yang layak dari PLN sebelum terjadi masalah serius yang dapat membahayakan keselamatan warga.

"Kami akan memperjuangkan mereka untuk mendapatkan pelayanan dari PLN sebelum terjadi masalah serius menimpa mereka di sana. Semoga PLN ULP Soe dapat mendengar dan segera turun ke lokasi untuk menolong mereka," tegas Ketua Fraksi PDIP TTS itu. 

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Yerim PDIP TTS: Kami Perjuangkan Penerangan Rakyat di Nobi–nobi dan Nauleu

Trending Now