Nduga,detiksatu.com || Ketua Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Nduga, Abola Kogoya, menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Nduga untuk membangun gedung koordinator pelayanan wilayah di Wamena dan Timika.
Menurut Abola, pembangunan kantor koordinator tersebut akan mempermudah pelayanan kepada masyarakat Nduga yang saat ini berada di wilayah pengungsian di daerah tersebut.
“Saya mendukung program ini, satu pintu tiga kamar, untuk membantu masyarakat agar lebih mudah mendapatkan pelayanan dasar,” kata Abola saat diwawancarai awak media, Kamis (12/3/2026).
Ia menjelaskan, rencana pembangunan kantor pelayanan di Wamena merupakan kerinduan masyarakat Nduga sejak lama. Aspirasi tersebut, kata dia, sudah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah dari satu periode bupati ke periode berikutnya, namun belum pernah direalisasikan.
“Kita sudah sampaikan terus sampai berganti bupati. Harus ada kantor perwakilan pelayanan untuk BPJS, kesehatan, pendidikan, dan Dukcapil,” ujarnya.
Abola juga meminta agar proses pembangunan kantor pelayanan tersebut dapat segera direalisasikan. Menurutnya, kebutuhan administrasi masyarakat terus berjalan setiap hari, seperti pencatatan kelahiran, kematian, pelayanan kesehatan, serta pengurusan administrasi bagi anak-anak sekolah.
“Setiap hari ada kelahiran, ada kematian, orang sakit, dan anak-anak yang harus mengurus administrasi data pribadi untuk sekolah. Karena itu, pembangunan kantor pelayanan ini harus segera dilakukan,” katanya.
Selain itu, Abola juga menyoroti penyaluran bantuan pangan berupa beras dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nduga. Ia mengatakan, pada tahap kedua pemerintah berencana menyalurkan sekitar 60 ton beras kepada masyarakat.
Namun, menurutnya, penyaluran tahap pertama diduga belum berjalan maksimal karena tidak seluruh bantuan sampai kepada masyarakat. Tahap kedua ini benar-benar salurkan seutuhnya tanpa memotong sedikit pula
“Pada tahap pertama diduga ada pemotongan sehingga tidak seluruhnya tersalurkan kepada masyarakat, saya minta kedua ini jangan potong sebagian ,” tegasnya.
Ia juga berharap penyaluran bantuan pangan tersebut dapat terus berlanjut dan dilakukan secara berkesinambungan, mengingat bantuan tersebut sangat membantu masyarakat.
“Kami berharap bantuan beras dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus berlanjut dan jangan berhenti di sini. Masyarakat sangat terbantu dan merasa senang dengan program ini. Harapannya bantuan ini bisa terus berjalan hingga lima tahun ke depan,” ujar Abola.
Reporter Inggi Kogoya