Lebak, detiksatu.com || Proyek peningkatan jalan ruas Sukahujan–Cigemblong di Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, yang menelan anggaran sekitar Rp7,3 miliar dari APBD Tahun 2025, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, infrastruktur yang belum lama selesai dikerjakan tersebut dilaporkan telah mengalami retakan di sejumlah titik.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.
Sorotan keras datang dari Aktivis Banten, Raksa. Ia menilai kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat tidak bisa dianggap sebagai persoalan teknis biasa.
“Kita berbicara tentang uang rakyat. Jika proyek baru selesai namun sudah menunjukkan tanda kerusakan, maka wajar publik mempertanyakan kualitas pekerjaan dan pengawasannya,” ujar Raksa, Selasa (3/3/2026).
Pertanyakan Mutu dan Pengawasan
Menurut Raksa, retakan dini membuka ruang evaluasi terhadap sejumlah aspek, mulai dari kesesuaian spesifikasi teknis, mutu material yang digunakan, hingga efektivitas pengawasan selama proses pelaksanaan.
Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan dari pihak yang bertanggung jawab, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lebak.
“Pejabat publik memiliki kewajiban moral dan administratif untuk menyampaikan penjelasan secara transparan. Jika pekerjaan sudah sesuai standar, sampaikan hasil uji mutu dan dokumen pengawasannya kepada masyarakat,” tegasnya.
Dorong Audit dan Evaluasi Menyeluruh
Raksa berpandangan bahwa persoalan ini perlu ditindaklanjuti secara objektif melalui mekanisme audit dan evaluasi independen. Ia mendorong adanya penelaahan oleh aparat penegak hukum serta audit oleh lembaga berwenang guna memastikan kesesuaian antara dokumen kontrak dan kondisi fisik di lapangan.
“Kalau semua sesuai aturan, tentu tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian, maka harus ada langkah tegas. Penggunaan anggaran publik tidak boleh menyisakan tanda tanya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari kontrol sosial, bukan sentimen pribadi.
“Kita ingin pembangunan di Lebak benar-benar berkualitas dan memberi manfaat jangka panjang. Masyarakat tidak hanya butuh jalan yang cepat dibangun, tetapi juga yang kuat dan aman digunakan,” pungkasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian warga, yang menunggu klarifikasi resmi serta langkah evaluatif dari pihak terkait.
(Jul)