Lembata, detiksatu.com || Bencana banjir yang dipicu cuaca ekstrem melanda Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah serta menimbulkan korban jiwa.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Korban diketahui bernama Markus Maring (75), warga Desa Atulaleng, Kecamatan Buyasuri. Korban diduga terseret arus saat melintasi Kali Bean.
“Korban ini sudah lansia, warga Desa Atulaleng, dia jadi korban saat melintas kali Bean,” ujar Kalaksa BPBD Lembata, Yohanes Gregorius Solang Demo, kepada detiksatu Kamis, 30 April 2026, pukul 09.02 WITA.
Selain korban jiwa, banjir juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan permukiman warga. Berdasarkan laporan resmi BPBD Lembata, sedikitnya 107 unit rumah terendam banjir. Dua fasilitas umum turut mengalami kerusakan, yakni pagar Kantor Bupati Lembata dan SDK Boto.
Banjir terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Kecamatan Nubatukan, Nagawutung, dan Buyasuri. Wilayah yang terdampak paling parah berada di Kelurahan Lewoleba Timur, dengan total 90 kepala keluarga atau sekitar 330 jiwa terdampak.
Tidak hanya merusak fasilitas fisik, bencana ini juga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar mengajar, serta menimbulkan dampak psikologis bagi warga.
Pemerintah Kabupaten Lembata bersama BPBD langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. Tim BPBD melakukan pemantauan, asesmen kerusakan, serta pendataan korban terdampak sejak awal kejadian.
Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati Muhamad Nasir turut turun langsung meninjau lokasi banjir di sejumlah titik. Sementara itu, aparat gabungan melakukan pembersihan saluran drainase serta pengaturan lalu lintas di ruas jalan yang terdampak genangan.
Hingga Selasa malam sekitar pukul 22.00 WITA, kondisi banjir dilaporkan mulai surut. Warga bersama pemerintah setempat bergotong royong membersihkan sisa material banjir dari rumah dan lingkungan sekitar.
“Hari ini, sementara normalisasi Kali Kahaona di Lewoleba Timur, sementara OPD dan masyarakat melakukan pembersihan di POM bensin lama, depan pekuburan misi,” kata Yohanes Gregorius Solang Demo.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah merekomendasikan normalisasi saluran drainase, pemetaan ulang jalur banjir, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di aliran sungai guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Reporter: Emanuel Boli

