Puluhan Warga Geruduk Dapur MBG, Aktivis HIMACIDA: Ini Pengkhianatan terhadap Gizi Anak

April 10, 2026 | April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T05:41:37Z
Lebak,detiksatu.com || Puluhan warga mendatangi dapur penyedia program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kampung Pasir Garu, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kualitas dan distribusi makanan yang dinilai tidak layak konsumsi. Kamis,(9/4/2026).

Warga menyatakan bahwa mereka tidak menolak program MBG, namun menolak kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak, khususnya siswa sekolah. Beberapa warga mengaku menemukan menu dalam kondisi tidak layak, bahkan berbau.

“Kami bukan menolak programnya, tapi menolak jika kualitasnya seperti ini. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kami. Menunya bau. Kami berharap program ini segera diperbaiki agar makanan yang diberikan benar-benar layak, bergizi, dan higienis,” ujar salah satu warga melalui sambungan WhatsApp.

Aksi yang berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB tersebut diwarnai tuntutan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan.

Aktivis Himpunan Mahasiswa Cibadak (HIMACIDA), Saepul Rahman, turut angkat suara. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan bentuk kelalaian serius yang dapat berdampak pada kesehatan generasi muda.

“Ini adalah pengkhianatan terhadap gizi anak. Program MBG seharusnya menjadi upaya meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak, bukan justru menghadirkan risiko,” tegas Rahman.

Ia juga menambahkan bahwa sejak dapur MBG beroperasi, pihaknya telah menerima banyak aduan dari masyarakat terkait kualitas makanan.
“Program ini harus dikelola sesuai petunjuk teknis (juknis). Jika makanan yang diberikan tidak layak, itu sama saja mengkhianati masa depan anak bangsa,” lanjutnya.

HIMACIDA mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk segera melakukan audit terbuka terhadap pelaksanaan program MBG, serta mengevaluasi kinerja satuan tugas di tingkat kecamatan dan kabupaten yang dinilai lalai dalam pengawasan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola dapur MBG belum memberikan keterangan resmi. Bahkan, saat aksi berlangsung, tidak ada perwakilan pengelola yang berada di lokasi.

“Masyarakat harus terus memantau dan melaporkan jika kejadian ini terulang. Kami akan terus mengawal persoalan ini, bahkan jika perlu sampai dapur tersebut ditutup,” pungkas Rahman.

(Jul)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Puluhan Warga Geruduk Dapur MBG, Aktivis HIMACIDA: Ini Pengkhianatan terhadap Gizi Anak

Trending Now