STIPAS Kupang Kirim 120 Mahasiswa Live-In Pastoral ke Hadakewa, Lembata

April 08, 2026 | April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-08T10:45:29Z

Keterangan Foto: Persiapan mahasiswa/i peserta "live-inx" di Aula St. Petrus STIPAS Keuskupan Agung Kupang (Ist.)

Kupang, detiksatu.com || Sebanyak 120 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang, didampingi enam pembina, akan melaksanakan kegiatan "live-in" pastoral di Paroki Santo Laurensius Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15–23 April 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan mahasiswa yang menekankan integrasi antara pembelajaran akademik dan pengalaman pastoral di tengah umat.

Ketua STIPAS Kupang, RD Dr. Maxi Un Bria, melalui Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan RD Aloysius Enga Monteiro, mengatakan "live-in" menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan sosial dan keterampilan pelayanan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kuliah, tetapi juga terjun langsung ke tengah umat, hidup bersama mereka, dan memahami realitas pelayanan Gereja secara konkret,” ujar Romo Louis, demikian sapaannya, di Kota Kupang, Rabu, 8 April 2026.

Ia berkata, selama sepekan pelaksanaan, para mahasiswa semester enam akan terlibat dalam berbagai kegiatan pastoral dan kemasyarakatan. 

Kegiatan tersebut meliputi katekese bagi Orang Muda Katolik (OMK), orang tua, serta anak-anak SEKAMI, kunjungan ke sekolah-sekolah di wilayah paroki, sosialisasi TPE, serta pelatihan bagi misdinar.

Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan kegiatan sosial seperti kerja bakti dan reboisasi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bersama umat.

RD Louis menjelaskan, pemilihan Kabupaten Lembata sebagai lokasi "live-in" merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring pelayanan ke luar wilayah Keuskupan Agung Kupang. 

Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kabupaten Malaka, ia mengatakan kegiatan tahun ini diarahkan ke wilayah Keuskupan Larantuka, yang juga menjadi daerah asal sejumlah mahasiswa.

“Diharapkan kehadiran mahasiswa tidak hanya memperkaya pengalaman belajar mereka, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi umat di Paroki Hadakewa,” katanya.

Kegiatan ini juga akan menjadi ajang pertemuan mahasiswa dengan para alumni STIPAS Kupang yang bertugas di wilayah Lembata guna mempererat jejaring serta berbagi pengalaman pelayanan.

Sebagai penutup, akan digelar pentas seni yang melibatkan mahasiswa dan umat setempat, dengan berbagai pertunjukan, termasuk teater dan ekspresi budaya lokal.

Sementara itu, pendamping mahasiswa, Frater David Lisu, mengatakan persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 90 persen, termasuk kesiapan materi pastoral dan hiburan yang akan ditampilkan selama kegiatan berlangsung.

Dia menambahkan, kesiapan fisik dan mental peserta menjadi perhatian utama panitia, mengingat kegiatan live-in menuntut kemampuan adaptasi dengan situasi dan kondisi umat di lapangan.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang utuh sekaligus membentuk karakter mahasiswa sebagai calon pelayan pastoral yang peka, tangguh, dan solutif,” tutup Romo Louis Monteiro.

Reporter: Emanuel Boli
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • STIPAS Kupang Kirim 120 Mahasiswa Live-In Pastoral ke Hadakewa, Lembata

Trending Now