Menurut Amien, jika fenomena tersebut dibiarkan, maka masyarakat dapat secara perlahan menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa, hingga akhirnya memperoleh social acceptance atau penerimaan sosial.
“Fenomena bahaya LGBTQ bisa menjadi lumrah dan akhirnya diterima secara sosial. Bahkan, ini bisa menjadi gerbang masuk fenomena baru yang lebih mengerikan, yakni dilegalkannya perkawinan sesama jenis (same sex marriage),” ujarnya dikutip Suara Islam Rabu (13/5/2026). melalui video di akun Youtubenya, Amien Rais Official.
Amien menilai perkawinan sesama jenis merupakan bentuk penyimpangan serius yang bertentangan dengan nilai agama, moral, dan budaya bangsa.
Ia menyebut saat ini sudah ada sekitar 34 negara, baik besar maupun kecil, yang secara resmi melegalkan pernikahan sesama jenis. Beberapa negara yang disebut antara lain Belanda, Belgia, Spanyol, Kanada, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia, Taiwan, hingga Thailand.
“Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada satu pun negeri Muslim yang melegitimasi perkawinan sesama jenis. Ini harus dipertahankan,” kata Ketua Majelis Syuro Partai Ummat itu.
Meski menyoroti isu LGBTQ, Amien menilai bangsa Indonesia juga menghadapi persoalan lain yang lebih mendesak, terutama di bidang ekonomi dan tata kelola pemerintahan.
Ia menyinggung pentingnya implementasi Pasal 33 UUD 1945 secara konsisten, terutama dalam mewujudkan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
“Pasal 33 UUD 1945 harus dijalankan secara murni dan konsekuen. Jangan sampai ekonomi nasional justru semakin jauh dari cita-cita keadilan sosial,” ujarnya.
Amien juga menyoroti isu moral di tingkat elite nasional. Menurutnya, kepemimpinan nasional harus dijaga dari berbagai skandal moral yang dapat merusak kepercayaan publik.
“Jangan sampai di pucuk pimpinan nasional terjadi skandal moral. Istana harus dijauhkan dari persoalan-persoalan seperti itu,” tegasnya.
Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ekonomi nasional, khususnya nilai tukar rupiah yang dinilai semakin melemah.
Amien menyebut masa depan ekonomi Indonesia menghadapi tantangan berat. “Rupiah mencatatkan rekor terlemah sepanjang sejarah. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin situasi sosial-politik menjadi semakin eksplosif,” katanya.
Ia mengingatkan agar pemerintah tidak meremehkan kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat. “Berhentilah bergaya seolah semuanya baik-baik saja, sementara rakyat banyak makin terhimpit kehidupannya,” ujarnya.
Dalam pernyataan penutupnya, Amien meminta seluruh pihak, khususnya para pemegang kekuasaan, untuk lebih fokus pada penyelesaian persoalan bangsa secara serius dan menghindari manuver politik yang dinilai kontraproduktif.
“Bangsa ini membutuhkan solusi nyata, bukan sekadar retorika atau manuver politik yang justru menambah persoalan,” pungkasnya. []


Tidak ada komentar:
Posting Komentar